Kisah kehamilan istri saya…

Hari itu, hari minggu, 9 Oktober 2011. Semenjak hari itu, senyumku terus mengembang. Siapa yang tak bahagia bila belum lama mendapatkan istri, sebentar lagi akan diamanahi buah hati. Hari itu saya mendapati kabar dari sang istri bahwa beberapa hari terakhir perutnya tak enak, sampai pada hari itu teman halqoh istri saya menyarankan untuk membeli tespek kehamilan. Dan benar sekali, istri saya terkaget-kaget ketika melihat tanda garis dobel yang segera nampak saat dites. Begitulah istri saya memberi kabar dengan berapi-api saking senangnya.

Tak kalah dengan istri, saya pun saking bahagianya hampir menceritakan hal ini kepada semua orang yang saya kenal. Saya info kabar bahagia ini kepada semua orang dengan menggunakannya sebagai status di beberapa akun jejaring sosial yang saya miliki. Beberapa teman dekat saya kabari lewat sms dan telepon. Saat liqo’ dengan teman-teman seperjuangan pun saya bercerita dengan penuh luapan senyum. Benar-benar kabar bahagia dari Allah, alhamdulillah.

Tak sabar rasanya ingin segera pulang dan memboyong bidadariku ke bidan untuk menanyakan usia kandungannya. Baru dua hari setelahnya kami berdua (bertiga dengan benih buah hati kami) berhasil menemui bu bidan yang sehari sebelumnya tak dapat ditemui karena diare. Betapa terkejutnya kami ketika bu bidan menyimpulkan bahwa usia kandungan bidadariku sedang berjalan minggu ke-5.

Seolah tak percaya, kami bertanya lagi, “Berapa minggu, Bu? Beneran, 5 minggu? Kami baru nikah tanggal 3 September 2011 kemarin, lho!” Sebagai informasi, malam itu kami ke bidan tanggal 11 Oktober 2011 (hari ke-38 pernikahan), sedang perhitungan bidan di dekat kontrakan itu usia kandungan 4 minggu 6 hari (hari ke-34 pernikahan). Sambil tersenyum, bu bidan berkata, “Itu wajar kok, Bapak dan Ibu menikah pas Ibu lagi subur-suburnya! Seminggu setelah haid kan lagi subur-suburnya! Apalagi Ibu usianya 24 kan? Itu usia wanita sedang dalam puncak kesuburan hormon! Bapak dan Ibu patut bahagia, karena bisa langsung tokcer segera diberi momongan!”

Sebelumnya, sehari sebelum periksa ke bidan dekat kontrakan, kami sudah dikejutkan oleh perhitungan bidan di tempat kerja istri saya, bahwa usia kandungan sudah berjalan minggu ke-4. Selisih 1 minggu dengan perhitungan bidan dekat kontrakan. Kami jadi bingung, kan? Setelah mencari-cari informasi tentang perhitungan usia kandungan, kami mendapati bahwa usia kandungan dimulai dari hari pertama seorang ibu bersih dari mestruasi terakhir (cocok seperti perhitungan bidan tempat istri bekerja). Meskipun pastinya pembuahan terjadi setelah seorang ibu bersih dari menstruasi.

Yang menguatkan kami juga karena saat menstruasi tidak mungkin terjadi pembuahan (karena tidak ada dan tidak boleh ada hubungan seksual) atau pun adanya janin di dalam rahim (karena bahan-bahan persiapan kehadiran janin telah menjadi darah kotor/darah haid yang terbuang).

Begitulah kegembiraan kami atas kabar gembira yang telah Allah berikan. Mengetahui hal ini, saya pun selaku seorang calon ayah harus berperan sebagai layaknya seorang suami yang istrinya sedang hamil muda. Dimana makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil tak boleh sembarangan. Ibu hamil muda akan cepat lelah, sering mengantuk, punggung dan pinggul terasa pegal, mual-muntah di trimester pertama, susah makan, penciuman yang ekstra sensitif, suasana hati yang gampang berubah dari senang menjadi gundah, dan banyak tanda-tanda kehamilan lain yang akan dialami seorang ibu hamil muda. Dan itulah yang dirasakan oleh istriku.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang suami saat istri hamil muda adalah:

  1. Jangan biarkan istri kelelahan, karena kehamilan usia muda begitu rentan. Maka bantuan tenaga suami sangat dibutuhkan untuk mencuci, jemur cucian, setrika, angkat galon, kalau perlu sampai mengepel dan lain-lain.
  2. Jangan sampai istri yang hamil muda mengalami jatuh atau terpeleset. Pastikan tempat-tempat dengan kemungkinan membuat terpeleset, seperti kamar mandi, bebas licin (atau berkurang kadar kelicinannya). Jika perlu sediakan sendal anti slip untuk sang istri. Apabila istri melakukan pekerjaan mengepel, ingatkan untuk ekstra hati-hati agar jangan sampai terpeleset.
  3. Ingatkan istri untuk berhati-hati saat naik-turun tangga. Jangan bosan untuk mengingatkan jangan sampai kelelahan dalam beraktifitas.
  4. Pastikan nutrisi ibu hamil tercukupi untuk ibu dan janinnya. Jangan segan untuk menelpon istri setiap jam makan, meski sekedar menanyakan, “Sudah makan belum?” Jika perlu, beri susu yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil. Sebagai informasi, untuk ibu hamil dengan mual dan muntah ada susu formula khusus yang disebut emesis. Makanan yang membantu suplai gizi ibu hamil bisa juga diberikan, seperti sari kurma, madu, atau yang lainnya.
  5. Jangan biarkan istri meminum obat-obatan kimia sembarangan. Kalau bisa dihindari, maka hindarilah! Sebagai orang tua pastinya kita tak rela bila janin anak kita terganggu oleh reaksi-reaksi obat kimia.
  6. Bila istri memiliki suatu penyakit, maka sesuaikan asupan makanan yang tidak menyebabkan penyakit tersebut kambuh atau memburuk. Penyakit yang kebanyakan diderita kaum hawa adalah maag. Maka semisal istri Anda memilikinya, hindari makanan yang memicu reaksi berlebih asam lambung. Juga jangan sampai perut kosong atau makan tidak teratur.
  7. Dukungan dari suami sangat dibutuhkan istri yang sedang hamil. Perhatian dan kasih sayang dari kita sebagai seorang suami akan sangat membantu kenyamanan perasaan istri dalam menjalani tahap kehamilan yang sulit, terlebih kehamilan anak pertama dan pada trimester pertama kehamilan. Suami harus bersabar dalam rekues-rekues (permintaan) tertentu seperti rekues minta makan tengah malam, rekues dipijitin punggung dan pinggul setiap malam, rekues bakso jam sebelas malam, rekues mangga muda, dan masih banyak lagi. Perihal mitos yang mengatakan bahwa ngidamnya ibu hamil yang apabila tidak dituruti menyebabkan bayi ngiler itu sungguh tidak benar adanya. Jadi, suami tak perlu khawatir tidak dapat memenuhi setiap rekuesan istri yang sedang hamil. Kalau memang bisa dipenuhi, ya dipenuhi. Kalau memang sulit dipenuhi, bisa dialihkan kok.
  8. Ketika janin sudah terbentuk, baik belum/telah sempurna pendengarannya, kita wajib menempatkannya dalam kondisi yang tenang dan kental nuansa islami. Lantunkan ayat-ayat Al Qur’an, berkata-katalah hanya yang baik-baik saja, ingatkan istri untuk sholat tepat waktu, jauhkan dari suara-suara ghibah (gosip/menggunjung orang), ajak si kecil ngobrol, perdengarkan canda tawa segar ayah dan ibu, perlakukan istri dengan baik, kekerasan sangat tidak direkomendasikan untuk ikut andil dalam pendidikan di dalam rahim! Poin-poin ini sebetulnya tidak hanya dibutuhkan saat istri sedang hamil, namun dibutuhkan sepanjang rumah tangga itu ada.
  9. Untuk poin yang satu ini, diserahkan kepada masing-masing dari kita. Yakni perihal imunisasi atau pemberian vaksin kepada ibu hamil. Saya sendiri berkeyakinan kuat bahwa imunisasi/vaksinasi adalah sesuatu yang subhat (samar-samar dzatnya) sehingga saya dan istri sepakat untuk tidak menerima imunisasi atau vaksinasi. Biasanya bidan/dokter kandungan menawarkan suntik imunisasi (tetanus, misalnya) pada kandungan usia 4 bulan. Beberapa pertimbangan yang kami ambil tertulis pada artikel diantaranya: satu, dua

Demikianlah kisah kehamilan istri saya yang bisa dibagikan dalam kesempatan ini. Sebenarnya ada peristiwa-peristiwa yang kami alami dalam tahap ini (seperti peristiwa istri yang terjatuh di kamar mandi, maag kambuh tengah malam), namun saya cukupkan sekian. Semoga bermanfaat. Bagi para suami yang istrinya sedang hamil, toss dulu dong! Ehehe. Saya ucapkan selamat dan tetap bersabar terhadap rekuesan istri. Bagi sahabat yang sedang hamil, selamat dan sabar dalam menjalani kehamilan. Setelah mengamati keluhan-keluhan istri, saya jadi lebih paham bahwa mengandung itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Semoga ibu-ibu hamil di seluruh dunia memiliki kekuatan sabar dalam menjalani kehamilannya. Bagi sobat pembaca yang belum hamil, semoga segera diberikan kehamilan. Bagi sobat yang belum menikah, semoga dapat segera menikah dan segera hamil, aamiin. Eh, doakan anak pertama saya nanti seorang ikhwan ya! Atau kembar ikhwan-akhwat juga boleh. Soalnya sang istri pengennya akhwat, sedangkan saya pengennya ikhwan. Sebelum lahir, boleh dong kita memohon kepada Allah. Namun baik ikhwan maupun akhwat yang nantinya lahir, kami akan dan harus ikhlas. Yang terpenting sebenarnya ketaqwaannya. Terimakasih telah membaca, saya tunggu kisah kehamilan sobat semua.

21 Responses so far »

  1. 1

    Hyra said,

    Assalamuallaikum..
    Ikut nambahin, mumpung setaun lalu hamil pertama :D
    - Sampai dengan usia kehamilan 4bulan, istri sebaiknya jgn “dicampuri” dulu. Mengingat kandungan yg masih lemah dan rentan keguguran. Walaupun kebanyakan dokter/bidan mengijinkan, tp buat jaga2 kan ndak ada salahnya ngempet sebentar.. xixixiix

    -Jaga mood ibu agar tetap happy dan usahakan jgn stress. Karna stress selain tdk baik bagi calon baby jg bisa memicu pendarahan. Ini terjadi pada saya :D

    -Konsumsi banyak makanan yg mengandung asam folat karna 3bulan pertama kehamilan adalah masa pembentukan otak baby. Batasi konsumsi garam berlebih untuk mencegah pre eklamsia pada kehamilan

    -Jika mual muntah mendera jgn panik karna itu wajar. Usahakan tetap ada nutrisi yg masuk untuk ibu dan baby agar asupan gizi tetap tercukupi.

    -Jika Ibu mempunyai riwayah lahir prematur ( si Ibu dulu lahirnya premature ) lebih baik mempersiapkan diri untuk kelahiran baby yg premature. Karena mayoritas perempuan yg lahir prematur akan menjalani kehamilan premature jg. Ini jg terjadi pada saya :D

    -Ibu yg terlalu banyak browsing tentang kehamilan jg kurang bagus sih, bikin tambah cemas mau ini itu :D . Jadi calon ayah aja yg banyak browsing lalu disaring dulu baru disampaikan seperlunya ke calon Ibu. Hihihihi

    -Laki2 ataupun perempuan, itu sudah menjahi kehendak Allah. Bukankah Allah lebih tau apa yg terbaik buat hambaNya. Jd menurut saya tdk perlu berdoa ttg gender. Berdoalah agar apapun gender calon baby kita, semoga ia kelak menjadi individu yg berbakti pada Penciptanya. Saat seseorang berbakti kepada Penciptanya.. InsyaAllah ia pun akan menjadi pribadi yg Rahmatan lil Allamin..;)

    Maaf jika terkesan menggurui dan terlalu panjang komennya :D
    Titip sun buat si mungil di dalam dekapan hangat rahim Ibu :-*

    Wassalamuallaikum Wr.Wb.

    • 2

      ochin said,

      Wa’alaikumussalam warrohmatullahi wabarokatuh, syukron jazakillah ibunda Hyra atas info dan nasehatnya, jadi nambah reverensi nih. Semoga anak Ibu memiliki kriteria pribadi seorang hamba Allah yang juga tangguh. Salam ukhuwah

  2. 3

    Neng Ucrit said,

    semoga sehat selalu calon bapaknya calon bayi dan ibunya. aamiin

    • 4

      ochin said,

      Allahumma aamiin, Ya Rabbal Alaamin.. Syukron jzk neng ucrit, semoga Anda juga segera dapet serentetan suami dan anak, aamiin!

      • 5

        Neng Ucrit said,

        anaknya aja yg serentetan, suaminya jangan (lmao)

      • 6

        ochin said,

        hahaha, maksud saya itu, serentetan mendapatkan suami dan anak dalam waktu yang berdekatan, misal hari ini dapet suami, besok langsung hamil, 9 bulanan kemudian melahirkan, gitu bos! bukan serentetan suami, kan jatah dikau satu aja! Hahaha..

  3. 7

    neki chan said,

    baru selesai baca cerita ta’aruf, khithbah, nikahan, dan kehamilan :) what a great story :)

  4. 9

    tinatar said,

    Subhanalloh, semoga dimudahkan dalam merawat baby nya..ayo2 persiapkan nama *wew

  5. 11

    fajarembun said,

    waah..senangnyaa… :)

  6. 12

    ichanx said,

    woogghhh… selamaaaaat.. semoga semuanya lancar, dan si bayi segera lahir dengan sehat :)

  7. 14

    Neng Ucrit said,

    wah soun cloudnya udah diilangin widgetnya [kipas]

  8. 16

    hendryoga said,

    wah, baru tau cerita ini.. superkeren..
    tinggal beberapa bulan lagi nih.. :D

  9. 18

    arif wibowo said,

    anak nya sekarang laki laki apa perempuan.?
    istri saya juga sedang lagi awal kehamilan ni..

  10. 20

    arif wibowo said,

    kalau lagi bulan puasa begini bagaimana saran nya?

    • 21

      Soal puasa bagi ibu hamil, apabila dirasakan membahayakan janin yang dikandung, dibolehkan tidak berpuasa Ramadhan, dengan tetap menggantinya di hari esok. Kalau istri saya dulu mabok dari awal kehamilan sampai menjelang persalinan, sering muntah, sehingga tidak berpuasa dan diganti di hari lain ketika sudah melahirkan. Sudah berapa minggu usia kehamilan istri Anda?


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 603 other followers

%d bloggers like this: