<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wilpan Junior Experiences</title>
	<atom:link href="http://nikoarwenda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nikoarwenda.wordpress.com</link>
	<description>Caring with sharing</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 02:37:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nikoarwenda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/942730063d90d2162fd8d579035a35af?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Wilpan Junior Experiences</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nikoarwenda.wordpress.com/osd.xml" title="Wilpan Junior Experiences" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nikoarwenda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ombak pertama kami&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/12/27/ombak-pertama-kami/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/12/27/ombak-pertama-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 09:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=979</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa waktu begitu cepat bergulir, memaksa manusia untuk segera menghabiskan sisa usianya. Hari berganti bulan, dan pernikahan kami menginjak 3 bulan per 3 Desember 2011 lalu. Buah cinta kami pun memasuki usia kandungan 12 minggu per 7 Desember 2011 lalu. Tak kami sangka, pada minggu ke-12 inilah, bahtera kami disapa ombak. Ombak pertama kami, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=979&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa waktu begitu cepat bergulir, memaksa manusia untuk segera menghabiskan sisa usianya. Hari berganti bulan, dan pernikahan kami menginjak 3 bulan per 3 Desember 2011 lalu. Buah cinta kami pun memasuki usia kandungan 12 minggu per 7 Desember 2011 lalu. Tak kami sangka, pada minggu ke-12 inilah, bahtera kami disapa ombak. Ombak pertama kami, sepertinya. Kami lebih suka menyebutnya ombak, yang dalam kata lain bisa disetarakan dengan ujian atau cobaan dalam rumah tangga.</p>
<p>Apa ombak pertama kami? Adalah momen dimana bidadariku dirawat di rumah sakit untuk 3 hari, 3 malam karena kandungannya mengeluarkan flek berupa darah.</p>
<p>Jumat sore (2/12/11), istri sms minta ditemani malam harinya, karena sedang demam. Beda dengan kebanyakan keluarga, hari sabtu dan minggu justru saya jarang sekali pulang ke kontrakan karena pada hari-hari tersebut banyak agenda di Jakarta Timur, sehingga sangat menguras tenaga apabila harus bolak-balik ke kontrakan di Balaraja, Tangerang.</p>
<p>Minggu pagi (4/12/11), istri mengeluh sakit pada daerah sekitar perut. Ketika ke kamar mandi, beliau mendapati bercak-bercak darah. Kami bersegera ke klinik rujukan tempat kerja istri yang berjarak sekitar 3 km dari kontrakan. Disinilah perjuangan kami dimulai. Hasil diagnosa dokter umum klinik tersebut adalah bahwasanya untuk memastikan kondisi kandungan, kami harus mendapatkan dokter kandungan untuk di-USG. Hari minggu, tak kami jumpai dokter kandungan yang bisa memastikan bahwa kandungan istri saya baik-baik saja. Kami berkeliling ke puskesmas dan rumah sakit terdekat, namun kami belum dipertemukan dengan dokter kandungan seorang pun. Bersama mobil angkot, kami bertiga (saya, istri dan benih cinta kami) menempuh perjalanan kontrakan &#8211; klinik &#8211; rumah sakit 1 &#8211; puskesmas &#8211; rumah sakit 2 &#8211; kontrakan &#8211; rumah sakit 3 &#8211; klinik &#8211; rumah sakit 4. Saya sangat cemas saat itu. Bagaimana tidak, selama perjalanan, istri saya menahan rasa sakit karena flek darah keluar, meski sedikit. <strong>&#8220;Dinda, yang sabar ya! Istighfar! Pejuang yang hebat terlahir dari perjuangan yang hebat pula. Insya Allah dedek akan jadi pejuang yang hebat, karena perjuangan bundanya!&#8221;</strong>, bisikku menyemangati. Berbekal rujukan dari klinik, bidadariku masuk kamar inap RS An Nisa Tangerang untuk dirawat sampai ada dokter kandungan yang praktik keesokan hari. <strong>&#8220;Dedek, tunjukkan performa terbaikmu saat USG besok ya! Dedek berjuang, bundanya juga berjuang! Ok? Toss dulu dong, dek!&#8221;</strong>. Itulah kalimat yang sering saya lontarkan malam itu.</p>
<p>Senin pagi (5/12/11), saya dapat merasakan kegundahan seorang calon ibu. Istriku nampak gelisah dan sedikit makan. Menjelang dhuhur, istri saya dipanggil untuk di-USG karena dokter kandungan sudah ada yang praktik. Alhamdulillah, di layar alat USG, kami melihat gerak gerik jundy (tentara Allah) kami. Dokter berkata bahwa kondisi janin sangat baik, kulihat senyuman manis bidadariku mengembang. Dokter dengan suara lembut menunjukkan bagian-bagian tubuh jundy kami dengan kursor di layar monitor, <strong>&#8220;Yang kecil bergerak-gerak ini jantungnya, ini tangannya, ini kepalanya. Janinnya sudah sempurna nih, Bu! Tinggal berkembang saja!&#8221;</strong>. Kami senang sekali mendengarnya. Setelah diperiksa dan kembali ke kamar perawatan, dengan suara bersemangat istri minta tolong disuapin makan, <strong>&#8220;Kanda, dinda mau makan! Dinda mau makan banyak buat dedek! Tolong suapin dinda, ya!&#8221;</strong>. Bidadariku makan lahap sekali. <strong>&#8220;Tuh Bunda, dedek sudah menunjukkan performa terbaik. Kini giliran bundanya!&#8221;</strong>, celotehku.</p>
<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/12/performa-terbaik-jundy-kami1.png?w=470" alt="" title="performa terbaik jundy kami"   class="aligncenter size-full wp-image-993" /></p>
<p>Rabu pagi (7/12/11), kami tak sabar ingin segera pulang dari rumah sakit. Alhamdulillah sudah 2 hari, kandungan bidadariku tidak lagi mengeluarkan flek darah dan makin membaik. Itu berarti kami boleh segera pulang. Sebelum pulang, kami USG lagi. Kami benar-benar senang saat dokter membesarkan volume detak jantung jundy kami dari alat USG. Senyum bidadariku merekah, diikuti oleh senyumanku. Setelah menyelesaikan administrasi, kami pun pulang naik angkot. Kami selalu memilih tempat duduk di depan, dekat supir, seraya berkata, <strong>&#8220;Pak, hati-hati ya, istri saya sedang hamil&#8221;</strong>. Alhamdulillah kami hampir selalu mendapati angkot dengan supir yang baik dan sabar. Bahkan ada yang sangat pelan sekali. Terimakasih kepada para mas/bapak supir angkot yang baik hati.</p>
<p>Pulang dari rumah sakit bukan berarti bebas beraktifitas seperti biasa, bidadariku harus istirahat total selama 1 minggu, lalu kembali checkup seminggu kemudian. Dan karena di kontrakan hanya ada kami bertiga (saya, istri dan jundy kami yang masih dalam kandungan), maka saya sebagai suami harus merawatnya. Alhamdulillah kantor tempat saya bekerja nampak maklum atas seminggu saya tidak masuk kerja karena merawat istri.</p>
<p>Ini juga tak lepas dari doa dan semangat dari orang tua, saudara dan sahabat kami. Terimakasih kepada semua yang telah mendoakan kami. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga jundy kami diizinkan oleh Allah untuk lahir dan menjadi pejuang dienul islam hingga tegaknya syariah dan khilafah di bumi Allah, aamiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/979/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=979&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/12/27/ombak-pertama-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/12/performa-terbaik-jundy-kami1.png" medium="image">
			<media:title type="html">performa terbaik jundy kami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah kehamilan istri saya&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/11/05/kisah-kehamilan-istri-saya/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/11/05/kisah-kehamilan-istri-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 06:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=957</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, hari minggu, 9 Oktober 2011. Semenjak hari itu, senyumku terus mengembang. Siapa yang tak bahagia bila belum lama mendapatkan istri, sebentar lagi akan diamanahi buah hati. Hari itu saya mendapati kabar dari sang istri bahwa beberapa hari terakhir perutnya tak enak, sampai pada hari itu teman halqoh istri saya menyarankan untuk membeli tespek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=957&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/kehamilan0.png?w=470&#038;h=65" alt="" title="kehamilan0" width="470" height="65" class="aligncenter size-full wp-image-958" /></p>
<p>Hari itu, hari minggu, 9 Oktober 2011. Semenjak hari itu, senyumku terus mengembang. Siapa yang tak bahagia bila belum lama mendapatkan istri, sebentar lagi akan diamanahi buah hati. Hari itu saya mendapati kabar dari sang istri bahwa beberapa hari terakhir perutnya tak enak, sampai pada hari itu teman halqoh istri saya menyarankan untuk membeli tespek kehamilan. Dan benar sekali, istri saya terkaget-kaget ketika melihat tanda garis dobel yang segera nampak saat dites. Begitulah istri saya memberi kabar dengan berapi-api saking senangnya.</p>
<p>Tak kalah dengan istri, saya pun saking bahagianya hampir menceritakan hal ini kepada semua orang yang saya kenal. Saya info kabar bahagia ini kepada semua orang dengan menggunakannya sebagai status di beberapa akun jejaring sosial yang saya miliki. Beberapa teman dekat saya kabari lewat sms dan telepon. Saat liqo&#8217; dengan teman-teman seperjuangan pun saya bercerita dengan penuh luapan senyum. Benar-benar kabar bahagia dari Allah, alhamdulillah.</p>
<p>Tak sabar rasanya ingin segera pulang dan memboyong bidadariku ke bidan untuk menanyakan usia kandungannya. Baru dua hari setelahnya kami berdua (bertiga dengan benih buah hati kami) berhasil menemui bu bidan yang sehari sebelumnya tak dapat ditemui karena diare. Betapa terkejutnya kami ketika bu bidan menyimpulkan bahwa usia kandungan bidadariku sedang berjalan minggu ke-5.</p>
<p>Seolah tak percaya, kami bertanya lagi, <em>&#8220;Berapa minggu, Bu? Beneran, 5 minggu? Kami baru nikah tanggal 3 September 2011 kemarin, lho!&#8221;</em> Sebagai informasi, malam itu kami ke bidan tanggal 11 Oktober 2011 (hari ke-38 pernikahan), sedang perhitungan bidan di dekat kontrakan itu usia kandungan 4 minggu 6 hari (hari ke-34 pernikahan). Sambil tersenyum, bu bidan berkata, <em>&#8220;Itu wajar kok, Bapak dan Ibu menikah pas Ibu lagi subur-suburnya! Seminggu setelah haid kan lagi subur-suburnya! Apalagi Ibu usianya 24 kan? Itu usia wanita sedang dalam puncak kesuburan hormon! Bapak dan Ibu patut bahagia, karena bisa langsung tokcer segera diberi momongan!&#8221;</em><span id="more-957"></span></p>
<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/kehamilan1.png?w=470&#038;h=82" alt="" title="kehamilan1" width="470" height="82" class="aligncenter size-full wp-image-959" /></p>
<p>Sebelumnya, sehari sebelum periksa ke bidan dekat kontrakan, kami sudah dikejutkan oleh perhitungan bidan di tempat kerja istri saya, bahwa usia kandungan sudah berjalan minggu ke-4. Selisih 1 minggu dengan perhitungan bidan dekat kontrakan. Kami jadi bingung, kan? Setelah mencari-cari informasi tentang perhitungan usia kandungan, kami mendapati bahwa usia kandungan dimulai dari hari pertama seorang ibu bersih dari mestruasi terakhir (cocok seperti perhitungan bidan tempat istri bekerja). Meskipun pastinya pembuahan terjadi setelah seorang ibu bersih dari menstruasi.</p>
<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/hitungan-kehamilan.png?w=470&#038;h=218" alt="" title="hitungan kehamilan" width="470" height="218" class="aligncenter size-full wp-image-962" /></p>
<p>Yang menguatkan kami juga karena saat menstruasi tidak mungkin terjadi pembuahan (karena tidak ada dan tidak boleh ada hubungan seksual) atau pun adanya janin di dalam rahim (karena bahan-bahan persiapan kehadiran janin telah menjadi darah kotor/darah haid yang terbuang).</p>
<p>Begitulah kegembiraan kami atas kabar gembira yang telah Allah berikan. Mengetahui hal ini, saya pun selaku seorang calon ayah harus berperan sebagai layaknya seorang suami yang istrinya sedang hamil muda. Dimana makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil tak boleh sembarangan. Ibu hamil muda akan cepat lelah, sering mengantuk, punggung dan pinggul terasa pegal, mual-muntah di trimester pertama, susah makan, penciuman yang ekstra sensitif, suasana hati yang gampang berubah dari senang menjadi gundah, dan banyak tanda-tanda kehamilan lain yang akan dialami seorang ibu hamil muda. Dan itulah yang dirasakan oleh istriku.</p>
<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/kehamilan2.png?w=470&#038;h=82" alt="" title="kehamilan2" width="470" height="82" class="aligncenter size-full wp-image-960" /></p>
<p>Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang suami saat istri hamil muda adalah:</p>
<ol>
<li>Jangan biarkan istri kelelahan, karena kehamilan usia muda begitu rentan. Maka bantuan tenaga suami sangat dibutuhkan untuk mencuci, jemur cucian, setrika, angkat galon, kalau perlu sampai mengepel dan lain-lain.</li>
<li>Jangan sampai istri yang hamil muda mengalami jatuh atau terpeleset. Pastikan tempat-tempat dengan kemungkinan membuat terpeleset, seperti kamar mandi, bebas licin (atau berkurang kadar kelicinannya). Jika perlu sediakan sendal anti slip untuk sang istri. Apabila istri melakukan pekerjaan mengepel, ingatkan untuk ekstra hati-hati agar jangan sampai terpeleset.</li>
<li>Ingatkan istri untuk berhati-hati saat naik-turun tangga. Jangan bosan untuk mengingatkan jangan sampai kelelahan dalam beraktifitas.</li>
<li>Pastikan nutrisi ibu hamil tercukupi untuk ibu dan janinnya. Jangan segan untuk menelpon istri setiap jam makan, meski sekedar menanyakan, &#8220;Sudah makan belum?&#8221; Jika perlu, beri susu yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil. Sebagai informasi, untuk ibu hamil dengan mual dan muntah ada susu formula khusus yang disebut emesis. Makanan yang membantu suplai gizi ibu hamil bisa juga diberikan, seperti sari kurma, madu, atau yang lainnya.</li>
<li>Jangan biarkan istri meminum obat-obatan kimia sembarangan. Kalau bisa dihindari, maka hindarilah! Sebagai orang tua pastinya kita tak rela bila janin anak kita terganggu oleh reaksi-reaksi obat kimia.</li>
<li>Bila istri memiliki suatu penyakit, maka sesuaikan asupan makanan yang tidak menyebabkan penyakit tersebut kambuh atau memburuk. Penyakit yang kebanyakan diderita kaum hawa adalah maag. Maka semisal istri Anda memilikinya, hindari makanan yang memicu reaksi berlebih asam lambung. Juga jangan sampai perut kosong atau makan tidak teratur.</li>
<li>Dukungan dari suami sangat dibutuhkan istri yang sedang hamil. Perhatian dan kasih sayang dari kita sebagai seorang suami akan sangat membantu kenyamanan perasaan istri dalam menjalani tahap kehamilan yang sulit, terlebih kehamilan anak pertama dan pada trimester pertama kehamilan. Suami harus bersabar dalam rekues-rekues (permintaan) tertentu seperti rekues minta makan tengah malam, rekues dipijitin punggung dan pinggul setiap malam, rekues bakso jam sebelas malam, rekues mangga muda, dan masih banyak lagi. Perihal mitos yang mengatakan bahwa ngidamnya ibu hamil yang apabila tidak dituruti menyebabkan bayi ngiler itu sungguh tidak benar adanya. Jadi, suami tak perlu khawatir tidak dapat memenuhi setiap rekuesan istri yang sedang hamil. Kalau memang bisa dipenuhi, ya dipenuhi. Kalau memang sulit dipenuhi, bisa dialihkan kok.</li>
<li>Ketika janin sudah terbentuk, baik belum/telah sempurna pendengarannya, kita wajib menempatkannya dalam kondisi yang tenang dan kental nuansa islami. Lantunkan ayat-ayat Al Qur&#8217;an, berkata-katalah hanya yang baik-baik saja, ingatkan istri untuk sholat tepat waktu, jauhkan dari suara-suara ghibah (gosip/menggunjung orang), ajak si kecil ngobrol, perdengarkan canda tawa segar ayah dan ibu, perlakukan istri dengan baik, kekerasan sangat tidak direkomendasikan untuk ikut andil dalam pendidikan di dalam rahim! Poin-poin ini sebetulnya tidak hanya dibutuhkan saat istri sedang hamil, namun dibutuhkan sepanjang rumah tangga itu ada.</li>
<li>Untuk poin yang satu ini, diserahkan kepada masing-masing dari kita. Yakni perihal imunisasi atau pemberian vaksin kepada ibu hamil. Saya sendiri berkeyakinan kuat bahwa imunisasi/vaksinasi adalah sesuatu yang subhat (samar-samar dzatnya) sehingga saya dan istri sepakat untuk tidak menerima imunisasi atau vaksinasi. Biasanya bidan/dokter kandungan menawarkan suntik imunisasi (tetanus, misalnya) pada kandungan usia 4 bulan. Beberapa pertimbangan yang kami ambil tertulis pada artikel diantaranya: <a href="http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/19/mengungkap-konspirasi-imunisasi-dan-bahaya-vaksin/">satu</a>, <a href="http://makhluklemah.wordpress.com/2011/09/27/deadly-mist/">dua</a></li>
</ol>
<p>Demikianlah kisah kehamilan istri saya yang bisa dibagikan dalam kesempatan ini. Sebenarnya ada peristiwa-peristiwa yang kami alami dalam tahap ini (seperti peristiwa istri yang terjatuh di kamar mandi, maag kambuh tengah malam), namun saya cukupkan sekian. Semoga bermanfaat. Bagi para suami yang istrinya sedang hamil, toss dulu dong! Ehehe. Saya ucapkan selamat dan tetap bersabar terhadap rekuesan istri. Bagi sahabat yang sedang hamil, selamat dan sabar dalam menjalani kehamilan. Setelah mengamati keluhan-keluhan istri, saya jadi lebih paham bahwa mengandung itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Semoga ibu-ibu hamil di seluruh dunia memiliki kekuatan sabar dalam menjalani kehamilannya. Bagi sobat pembaca yang belum hamil, semoga segera diberikan kehamilan. Bagi sobat yang belum menikah, semoga dapat segera menikah dan segera hamil, aamiin. Eh, doakan anak pertama saya nanti seorang ikhwan ya! Atau kembar ikhwan-akhwat juga boleh. Soalnya sang istri pengennya akhwat, sedangkan saya pengennya ikhwan. Sebelum lahir, boleh dong kita memohon kepada Allah. Namun baik ikhwan maupun akhwat yang nantinya lahir, kami akan dan harus ikhlas. Yang terpenting sebenarnya ketaqwaannya. Terimakasih telah membaca, saya tunggu kisah kehamilan sobat semua.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/957/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/957/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=957&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/11/05/kisah-kehamilan-istri-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/kehamilan0.png" medium="image">
			<media:title type="html">kehamilan0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/kehamilan1.png" medium="image">
			<media:title type="html">kehamilan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/hitungan-kehamilan.png" medium="image">
			<media:title type="html">hitungan kehamilan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/kehamilan2.png" medium="image">
			<media:title type="html">kehamilan2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banyak lirik lagunya Mbak Mayang Sari itu religius&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/25/banyak-lirik-lagunya-mbak-mayang-sari-itu-religius/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/25/banyak-lirik-lagunya-mbak-mayang-sari-itu-religius/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 07:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Apa kabar, sahabat? Setelah membaca judul postingan saya ini, apa gerangan yang ada di benak sahabat sekalian? Ketahuan deh kalau saya sering dengerin lagu-lagunya Mbak Mayang Sari, ehehe. Namun esensi yang akan saya ceritakan disini bukan masalah Mbak Mayang Sarinya, atau mempromosikan lagu-lagunya. Yang ingin saya sampaikan adalah tepat seperti judul di atas, bahwa ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=891&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kabar, sahabat? Setelah membaca judul postingan saya ini, apa gerangan yang ada di benak sahabat sekalian? Ketahuan deh kalau saya sering dengerin lagu-lagunya Mbak Mayang Sari, ehehe. Namun esensi yang akan saya ceritakan disini bukan masalah Mbak Mayang Sarinya, atau mempromosikan lagu-lagunya. Yang ingin saya sampaikan adalah tepat seperti judul di atas, bahwa ternyata banyak lirik lagunya Mbak Mayang Sari itu religius (dalam pandangan saya). Meski mungkin syair-syairnya menurut penyanyi dan pengarang lagunya adalah bertemakan cinta kepada orang terkasih.</p>
<p>Sebagai contoh, coba simak lagu beliau yang berjudul <strong>&#8220;Rasa Cintaku&#8221;</strong> berikut:</p>
<blockquote><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/25/banyak-lirik-lagunya-mbak-mayang-sari-itu-religius/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ovTVKOSu5oE/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Cintaku, semakin dalam padaMu<br />
sejak ku tahu cintaMu<br />
Kasihku, telah Kau bawa dan tunjukkan<br />
arti sebuah kesetiaan<br />
Sungguh terlalu, rasa cintaku padaMu<br />
tak ingin lagi yang lain</p>
<p>Jangan ada kata, kata berpisah<br />
Jangan, jangan, aku takut mendengar<br />
Ku ingin selalu, selamanya denganMu</p>
<p>Hatiku, diselimuti cintaMu<br />
menghangatkan jiwaku<br />
Sungguh terlalu, rasa cintaku padaMu<br />
tak ingin lagi yang lain</p>
<p>Jangan ada kata, kata berpisah<br />
Jangan, jangan, aku takut mendengar<br />
Ku ingin selalu, selamanya denganMu</p>
<p>Hanya Engkau saja, satu-satunya<br />
tempatku bersandar di dalam dunia<br />
Hanya padaMu kuserahkan cintaku</p>
<p>download versi mp3 di <a href="http://www.4shared.com/audio/j-BejQOH/Mayang_Sari_-_Rasa_Cintaku.htm" target="_blank">sini</a></p></blockquote>
<p>Tuh kan sahabat! Begitu totalitasnya kecintaan dan kepasrahan seorang hamba kepada Rabbnya tercermin dalam syair tersebut! Hanya kepada Allah lah cintanya bersandar, dan begitu takut berpisah dengan Allah. Sungguh mantap keimanan seorang hamba kepada Sang Penciptanya. Subhanallah!</p>
<p>Tak hanya itu, sahabat! Ada lagi lagu Mbak Mayang yang begitu pasrah kepada Allah Azza wa Jalla dalam syair lagunya berjudul <strong>&#8220;Sudah Tak Ada&#8221;</strong> berikut ini:</p>
<blockquote><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/25/banyak-lirik-lagunya-mbak-mayang-sari-itu-religius/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ykL1gUB46kw/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Sudah tak ada, sudah tak ada lagi<br />
cinta yang lain dalam hatiku<br />
Sudah tak mungkin, sudah tak mungkin lagi<br />
aku berpaling dari cintaMu<br />
Tiada berbatas waktu<br />
cintaku kepadaMu</p>
<p>Kuingin selamanya bersama denganMu<br />
Kuingin selamanya di sisiMu<br />
Kuingin selamanya dalam pelukanMu<br />
Kuingin selamanya milikMu</p>
<p>download versi mp3 di <a href="http://www.4shared.com/audio/KPWVQmTh/Mayang_Sari--Sudah_tak_ada.htm" target="_blank">sini</a></p></blockquote>
<p>Benar-benar ketundukan seorang hamba. Selamanya hanya ingin bersama Tuhannya, hanya ingin berada di sisi Penciptanya, dan dalam pelukan Rabbnya. Subhanallah! Jadi, apakah patut dua buah lagu yang dinyanyikan oleh Mbak Mayang Sari ini masuk dalam kategori lagu religi? Sudah tentu masuk dong!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=891&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/25/banyak-lirik-lagunya-mbak-mayang-sari-itu-religius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Official wedding site kami&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/16/official-wedding-site-kami/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/16/official-wedding-site-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 13:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=883</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu persiapan pernikahan waktu itu adalah web walimah. Bagi saya, ini penting, mengingat syiar menggunakan internet sangatlah efektif dan efisien. Sekaligus berbagi pengetahuan tentang syariat pernikahan dalam islam. Sepantasnya artikel kali ini saya posting sebelum hari H, namun karena rasa malas, akhirnya topik tentang web walimah telat hingga satu setengah bulan pernikahan. Tak apalah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=883&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu persiapan pernikahan waktu itu adalah web walimah. Bagi saya, ini penting, mengingat syiar menggunakan internet sangatlah efektif dan efisien. Sekaligus berbagi pengetahuan tentang syariat pernikahan dalam islam.</p>
<p>Sepantasnya artikel kali ini saya posting sebelum hari H, namun karena rasa malas, akhirnya topik tentang web walimah telat hingga satu setengah bulan pernikahan. Tak apalah, sekedar sharing tentang web walimah yang semoga menginspirasi pembaca yang akan menikah dan yang berniat untuk mensyiarkannya via web.</p>
<p>Perhitungan saya, pernikahan saya ini tak akan banyak dihadiri oleh rekan-rekan saya. Karena hari H yang bertepatan dengan H+5 lebaran idul fitri, serta tempat acara yang jauh dari rumah rekan-rekan saya, maka benarlah, dari pihak saya dihadiri tak lebih dari 35 orang saja (hampir 50%-nya anak-anak). Namun, dengan wasilah web walimah, syiar pernikahan kami terdengar ke lebih dari 5000 pasang telinga (bukan angka sebenarnya), alhamdulillah. Dan dengan wasilah web tersebut, kami akan sukses menyampaikan informasi secara utuh, mulai dari kisah perjalanan kami menuju pernikahan, lengkap dengan tata cara dan nasehat nikah bagi rekan-rekan muslim. Singkatnya, web walimah itu sesuatu banget, ehehe.</p>
<p>Berikut cuplikan &#8220;Official wedding site&#8221; kami, resmi! Bisa juga langsung ke <a href="http://arwenda.com">arwenda.com</a> (mumpung masih eksis).<br />
<img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/capture-arwenda-dot-com.png?w=470&#038;h=232" alt="" title="capture arwenda dot com" width="470" height="232" class="aligncenter size-full wp-image-931" /></p>
<p>Web walimah kami terdiri dari 6 menu, antara lain:</p>
<ol>
<li>Serambi Kami, berisi muqoddimah web walimah</li>
<li>Undangan, berisi file gambar undangan pernikahan</li>
<li>Tentang Kami, berisi profil singkat kedua mempelai</li>
<li>Kisah Kami, berisi tahapan-tahapan kami dalam menjajaki pernikahan, yakni tahap ta&#8217;aruf, khithbah dan walimatul ursy</li>
<li>Hubungi Kami, berisi kontak person yang bisa dihubungi serta form pesan yang ingin disampaikan kepada mempelai</li>
<li>Nasehat Nikah, berisi wejangan-wejangan nikah
</li>
</ol>
<p>Keperluan teknis tentang web walimah kami antara lain:</p>
<ol>
<li>Domain arwenda.com saya sewa dari <a href="http://www.jagoanhosting.com/">Jagoan Hosting</a>, yang sudah disewa di awal tahun 2011, namun baru efektif difungsikan sekitar Agustus 2011 dan melenceng dari tujuan awal menyewa nama domain ini (awalnya niat untuk keperluan streaming internet radio, ternyata malah terpakai untuk web walimah)</li>
<li>Hosting file web yang gratisan sajalah, di <a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">000webhost.com</a></li>
<li>Web digenerate dari <a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">web builder</a> yang gratisan, fitur yang memang disediakan oleh 000webhost, kemudian hanya saya edit header dan footer untuk desainnya</li>
<li>Konten yang saya susun dan atur sendiri
</li>
</ol>
<p>Karena yang berbayar hanya sewa nama domainnya saja, walhasil anggaran untuk web walimah ini Rp 95.000,-</p>
<p>Saat ini membuat web tak harus pandai pemrograman web, karena sudah banyak bertebaran web builder yang memudahkan penggunanya. Untuk itu bagi sahabat yang pengen membuat official wedding site sendiri dengan mudah dan murah bisa menggunakan fasilitas-fasilitas yang telah tersedia di internet. Anda hanya cukup mengeluarkan dana untuk biaya aksesnya, karena nama domain, jasa hosting, dan web builder ada yang gratisan. Selain itu juga ada web yang dengan gratisnya membantu Anda membuat blog pernikahan dengan satu kali proses. Anda tidak perlu menyewa nama domain, hosting dan membuat desainnya, karena ketiga hal tersebut tinggal kita pilih. Web yang menyediakan fasilitas gratisan tersebut misalnya <a href="http://www.mywedding.com/free-wedding-websites?target=%2Fapps%2Fmysite">mywedding.com</a>. Semoga bermanfaat, terimakasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/883/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=883&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/16/official-wedding-site-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/capture-arwenda-dot-com.png" medium="image">
			<media:title type="html">capture arwenda dot com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akad nikah dan amanah besar&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/03/akad-nikah-dan-amanah-besar/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/03/akad-nikah-dan-amanah-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 09:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[بَارَكَ اللهُ لَكُمَا وَبَارَكَ عَلَيْكُمَا وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ Barakallahu lakumaa wabaaraka ‘alaikumaa wajama’a bainakumaa fii khair Semoga Allah memberkahi kalian dan melimpahkan barokah atas kalian dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan Tepatnya hari sabtu, 3 September 2011 bertepatan dengan 5 Syawal 1432H adalah hari yang entah mengapa jantung saya ber-dag-dig-dug lebih kencang. Sekitar pukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=887&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>بَارَكَ اللهُ لَكُمَا وَبَارَكَ عَلَيْكُمَا وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ</p>
<p>Barakallahu lakumaa wabaaraka ‘alaikumaa wajama’a bainakumaa fii khair</p>
<p>Semoga Allah memberkahi kalian dan melimpahkan barokah atas kalian dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan</p>
</blockquote>
<p>Tepatnya hari sabtu, 3 September 2011 bertepatan dengan 5 Syawal 1432H adalah hari yang entah mengapa jantung saya ber-dag-dig-dug lebih kencang. Sekitar pukul 10:30 WIB, saya mengqobulkan ijab yang diucapkan ayahanda dari calon istri saya lewat lisan bapak penghulu. &#8220;Saya terima nikah dan kawinnya, Rina Puji Astutik binti Supriyanto dengan mas kawin cincin emas 3 gram dibayar tunai.&#8221; Sebenarnya kalimat qobul yang selama ini saya latih bukan seperti itu, melainkan seperti ini: &#8220;Saya terima nikah dan kawinnya, Rina Puji Astutik binti Supriyanto dengan mahar buku Fiqih Wanita karangan Syeikh Ibrahim Muhammad al-Jamal dan cincin emas 3 gram dibayar tunai.&#8221; Namun, saran dari Pak Uztad adalah tidak disebutkan mahar yang berupa buku, karena ada khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama mengenai buku atau seperangkat alat sholat sebagai mahar. Padahal, justru buku itulah yang diminta calon istri saya pada saat khitbah. Kemudian untuk kata &#8220;mahar&#8221; diganti dengan &#8220;mas kawin&#8221; adalah permintaan pak penghulu. Semoga tidak mengurangi keabsahan ijab-qobul saat itu.</p>
<p>Alhamdulillah, setelah itu saya resmi menyandang gelar suami dari seorang wanita yang bernama Rina Puji Astutik. Alhamdulillah, amanah besar ini saya terima. Menjadi seorang suami, kepala rumah tangga, imam dan nahkoda bahtera rumah tangga adalah amanah besar. Butuh keberanian dan ilmu yang tidak main-main saat menerimanya. Dengan nama Allah, saya ikhlas menerima tanggung jawab ini. Saya yakin, ujian sudah menanti kami di depan. Namun semoga Allah senantiasa bersama kami untuk menguatkan bahtera ini menerjang ombak ujian dan badai cobaan yang menghadang. Allahuakbar, kami siap berlayar!</p>
<p>Alhamdulillah, secara garis besar acara pernikahan kami lancar. Akad nikah dilakukan di masjid Baitul Makmur, dekat rumah orang tua istri di Desa Kebonagung, Kec. Tegowanu, Kab. Grobogan, Jawa Tengah. Semoga nama masjidnya mengandung doa untuk rumah tangga kami, menjadi baitul makmur (rumah yang makmur). Sangat sederhana, saya bilang, dan memang sengaja kami berdua meminta para orang tua untuk menyederhanakan acara pernihakan kami. Akad nikah dibuka dan dibawakan oleh Pak Lurah setempat, dilanjut pembacaan ayat suci Al Qur&#8217;an berkenaan dengan pernikahan, penyerahan mahar kepada wali nikah sang istri, dan langsung kepada inti yakni akad nikah, serta acara sungkem kepada orang tua. Dilanjut acara walimatul ursy di rumah mertua. Entah mengapa langsung ke acara makan-makan, baru kemudian pembukaan oleh Pak Lurah dan sesi penyerahan diri saya kepada keluarga mertua secara lisan. Baru kemudian penutupan walimatul ursy. Alhamdulillah tamu yang datang terpisah antara yang laki-laki dan perempuan. Setelah itu saya ditinggalkan oleh rombongan keluarga saya di rumah mertua. Disinilah waktu terasa begitu lambat. Gerogi sudah pasti, karena memang ini adalah kali kedua saya berada di rumah mertua. Asing rasanya, namun inilah saatnya mengenal keluarga istri saya. Lama-lama suasana cair dapat kurasakan. Dan ternyata, keluarga mertua saya lucu-lucu.</p>
<p>Tips bagi sahabat yang akan melangsungkan pernikahan dan walimatul ursy, tak ada salahnya bila dilakukan gladi resik dan printout susunan acara, kalau perlu ditulis kalimat-kalimat yang akan disampaikan saat acara berlangsung, meskipun acaranya sangat sederhana seperti saya. Karena saya merasakan sendiri kekurangrapian acara saat tidak ada prosedur tertulis. Namun saya tetap bersyukur karena acara berlangsung dengan lancar, terimakasih kepada Bapak mertua sekeluarga.</p>
<p>Kesederhanaan acara kami dapat dilihat dari tidak adanya dekorasi singgasana pengantin, atau kostum pengantin yang berbeda tiap sesi, atau petugas dokumentasi video dan fotograper profesional. Dan inilah yang saya inginkan, alhamdulillah. Dokumentasi hanya berupa foto yang diambil dari kamera digital sederhana oleh anggota keluarga. Bagi yang pengen lihat, berikut saya pampangin foto-foto yang terpilih (karena banyak foto yang kualitasnya kurang bagus dari segi ilmu perfotoamatiran):</p>
<p><div id="attachment_915" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah1-rombongan-uztd.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah1-rombongan uztd" width="470" height="344" class="size-full wp-image-915" /></a><p class="wp-caption-text">Rombongan dari Tegal (keluarga musyrif)</p></div><br />
<div id="attachment_917" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah2-rombongan-famili.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah2-rombongan famili" width="470" height="344" class="size-full wp-image-917" /><p class="wp-caption-text">Rombongan dari Kediri (keluarga dan kerabat)</p></div><br />
<div id="attachment_918" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah3-ijab-qobul.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah3-ijab qobul" width="470" height="344" class="size-full wp-image-918" /><p class="wp-caption-text">Detik-detik terakhir menjomblo</p></div><br />
<div id="attachment_919" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah4-ijab-qobul-all-nampak.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah4-ijab qobul all nampak" width="470" height="344" class="size-full wp-image-919" /><p class="wp-caption-text">Tampak menyeluruh (di dalam masjid)</p></div><br />
<div id="attachment_920" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah8-foto-bersama-buku-nikah.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah8-foto bersama buku nikah" width="470" height="344" class="aligncenter size-full wp-image-920" /><p class="wp-caption-text">Oke, karena sudah ijab qobul, sekarang boleh berdekatan jarak (pamer buku nikah)</p></div><br />
<div id="attachment_921" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah5-pelukan-simbok.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah5-pelukan simbok" width="470" height="344" class="aligncenter size-full wp-image-921" /><p class="wp-caption-text">Pelukan hangat simbok (jangan nangis dong, Mbok!)</p></div><br />
<div id="attachment_922" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah6-cium-tangan-bapak.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah6-cium tangan bapak" width="470" height="344" class="aligncenter size-full wp-image-922" /><p class="wp-caption-text">Pak, maafkan anakmu yang kini sudah beristri</p></div><br />
<div id="attachment_923" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah7-berdua.jpg?w=470&#038;h=344" alt="" title="nikah7-berdua" width="470" height="344" class="aligncenter size-full wp-image-923" /><p class="wp-caption-text">Momen jalan bareng untuk pertama kalinya, itupun tanpa pegangan tangan (foto sengaja tampak gelap, natural)</p></div></p>
<p>Terimakasih sudah sudi mampir dan melihat foto-foto pernikahan kami. Semoga yang belum nikah segera ketularan ya, dan yang sudah nikah semoga jadi pemicu nostalgia pernikahannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/887/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=887&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/10/03/akad-nikah-dan-amanah-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah1-rombongan-uztd.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah1-rombongan uztd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah2-rombongan-famili.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah2-rombongan famili</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah3-ijab-qobul.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah3-ijab qobul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah4-ijab-qobul-all-nampak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah4-ijab qobul all nampak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah8-foto-bersama-buku-nikah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah8-foto bersama buku nikah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah5-pelukan-simbok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah5-pelukan simbok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah6-cium-tangan-bapak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah6-cium tangan bapak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/10/nikah7-berdua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah7-berdua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengurus dokumen administrasi nikah&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/09/27/mengurus-dokumen-administrasi-nikah/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/09/27/mengurus-dokumen-administrasi-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 03:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Langkah berikutnya setelah ta&#8217;aruf dan khithbah (meminang) adalah persiapan administrasi nikah. Pada dasarnya, dalam islam, syarat-syarat pernikahan cukup sederhana; yakni adanya mempelai laki-laki dan perempuan (yang diketahui bukan mahrom, tidak sedang dalam pinangan laki-laki lain, tidak sedang berihrom/berhaji/umroh), adanya wali dari mempelai perempuan, 2 orang saksi laki-laki yang adil, akad nikah, serta mahar/mas kawin, sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=856&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langkah berikutnya setelah <a href="http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/14/ini-cerita-taarufku-apa-cerita-taarufmu/">ta&#8217;aruf</a> dan <a href="http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/08/17/alhamdulillah-khithbah-saya-diterima/">khithbah</a> (meminang) adalah persiapan administrasi nikah. Pada dasarnya, dalam islam, syarat-syarat pernikahan cukup sederhana; yakni adanya mempelai laki-laki dan perempuan (yang diketahui bukan mahrom, tidak sedang dalam pinangan laki-laki lain, tidak sedang berihrom/berhaji/umroh), adanya wali dari mempelai perempuan, 2 orang saksi laki-laki yang adil, akad nikah, serta mahar/mas kawin, sudah cukup. Namun, agar pernikahan itu memiliki pertanggung jawaban yang kuat, serta mudah dalam kepengurusan surat-surat administrasi warga negara, maka pencatatan nikah menjadi penting. Bukti pencatatan nikah tersebut adalah diterbitkannya buku nikah. Di kesempatan ini saya mencoba berbagi info tentang administrasi pra dan pasca pernikahan yang saya alami.</p>
<p><strong>Pra pernikahan</strong></p>
<p>Kasus yang saya alami adalah, bahwa saya dan istri saya berbeda provinsi. Dan karena akad nikah pasti 1 kali dalam 1 pernikahan, 1 tempat, maka ada 2 pilihan: salah satu mempelai meminta surat numpang nikah, atau salah satu mempelai melakukan perpindahan tempat (domisili). Pertimbangan yang menurut saya lebih baik adalah salah satu mempelai melakukan perpindahan tempat. Mengingat pasca menikah akan ada beberapa surat yang akan mudah diproses apabila keduanya berada dalam 1 domisili. Memang lebih ribet ketimbang meminta surat numpang nikah, namun manfaatnya akan dirasakan nanti. Yakni ketika lahirnya sang buah hati, kepengurusan akta kelahiran akan mudah.<span id="more-856"></span></p>
<p>Secara sederhana, proses administrasi pra nikah yang saya alami sebagai mempelai laki-laki adalah sbb: <a href="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pra-nikah.pdf" target="_blank">[download tabel adm-pra-nikah.pdf]</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pra-nikah.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-859" src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pra-nikah.png?w=470&#038;h=526" alt="" width="470" height="526" /></a></p>
<p>Bagi sahabat yang ingin melihat contoh nyata dokumen-dokumen pra nikah saya bisa didownload di: <a href="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/doc-pra-nikah-lengkap.pdf" target="_blank">doc-pra-nikah-lengkap</a>. Namun mohon maaf, karena filenya berupa hasil scan dari fotokopian. Yang asli keburu diserahkan ke kantor instansi terkait. Semoga tidak mengurangi manfaatnya. Mau sharing file word yang tinggal diisi kok males ngetiknya ya, ehehe.</p>
<p><strong>Pasca pernikahan</strong></p>
<p>Sedangkan pasca pernikahan, dokumen administrasi yang perlu diurus adalah: <a href="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pasca-nikah.pdf" target="_blank">[download tabel adm-pasca-nikah.pdf]</a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pasca-nikah.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-865" title="" src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pasca-nikah.png?w=470&#038;h=165" alt="" width="470" height="165" /></a></p>
<p>Kurang lebih kedua tabel di atas dapat menjelaskan secara rinci, dokumen administrasi apa saja yang perlu diurus dalam pernikahan. Oh iya sahabat, mengurus sendiri administrasi nikah nggak sulit kok, asal mau mondar-mandir ke kantor instansi pemerintah terkait dan tukang fotokopi. Saat seperti inilah keberadaan tukang fotokopi dan tukang foto begitu berharga. Saat mengurus administrasinya, jangan lupa sediakan banyak fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, juga pas foto dengan background warna biru ukuran 2&#215;3, 3&#215;4 dan 4&#215;6.</p>
<p>Mohon maaf, untuk contoh nyata dokumen pasca nikahnya belum bisa saya share, karena belum jadi semua, baik KTP maupun KK-nya, padahal sudah hampir 1 bulan masukin dokumen ke instansi terkait.</p>
<p>Bagi yang akan menikah, semangat ya! Semoga pernikahannya berkah dan lancar. Tentu meraih keberkahan dengan menggunakan syariat Islam sebagai aturan mainnya. Bagi yang ingin menikah, semoga menambah kesiapan untuk menikah. Bagi yang sudah menikah, bisa sharing kepengurusan administrasinya, biar nambah wawasan. Terimakasih, semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/856/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/856/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=856&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/09/27/mengurus-dokumen-administrasi-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pra-nikah.png" medium="image" />

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/09/adm-pasca-nikah.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah, khithbah saya diterima&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/08/17/alhamdulillah-khithbah-saya-diterima/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/08/17/alhamdulillah-khithbah-saya-diterima/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 06:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[A: &#8220;Kedatangan kami kemari adalah untuk mengkhithbah atau melamar Mbak Fulanah untuk saudara kami, Mas Fulan. Bagaimana tanggapan dari pihak Mbak Fulanah?&#8221; B: &#8220;Kami, sebagai pihak keluarga Fulanah menyerahkan sepenuhnya kepada Fulanah. Apabila Fulanah menerima, kami pun turut menerima.&#8221; A: &#8220;Jadi bagaimana, Mbak Fulanah?&#8221; C: &#8220;Saya terima lamaran Mas Fulan.&#8221; SEMUANYA: &#8220;Alhamdulillah~&#8221; Alhamdulillah, alhamdulillahi rabbil&#8217;alamin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=833&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A:</strong> &#8220;Kedatangan kami kemari adalah untuk mengkhithbah atau melamar Mbak Fulanah untuk saudara kami, Mas Fulan. Bagaimana tanggapan dari pihak Mbak Fulanah?&#8221;<br />
<strong>B:</strong> &#8220;Kami, sebagai pihak keluarga Fulanah menyerahkan sepenuhnya kepada Fulanah. Apabila Fulanah menerima, kami pun turut menerima.&#8221;<br />
<strong>A:</strong> &#8220;Jadi bagaimana, Mbak Fulanah?&#8221;<br />
<strong>C:</strong> &#8220;Saya terima lamaran Mas Fulan.&#8221;<br />
<strong>SEMUANYA:</strong> &#8220;Alhamdulillah~&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah, alhamdulillahi rabbil&#8217;alamin. Dialog tersebut kurang lebih adalah dialog yang dialami saat prosesi lamaran, atau khithbah dalam bahasa gaulnya. Dengan penyamaran nama saya sebagai Fulan, dan nama akhwat yang saya khithbah sebagai Fulanah.</p>
<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/08/status-khithbah-tiny.png?w=470" alt="" title="status khithbah"   class="aligncenter size-full wp-image-843" /></p>
<p>Kurang lebih dua jam perjalanan kami tempuh, pagi itu. Minggu, 3 Juli 2011, bertepatan dengan 1 Sya&#8217;ban 1432H. Ini merupakan proses tindak lanjut dari <a href="http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/14/ini-cerita-taarufku-apa-cerita-taarufmu/">ta&#8217;aruf yang 4 hari sebelumnya kami lakukan</a>. Lagi-lagi saya tidak sendiri, saya membawa pasukan dari Kalibata menuju Balaraja yang terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 1 wanita dewasa dan 3 anak-anak. Rame, kan?<span id="more-833"></span></p>
<p>Sehari sebelumnya, saya berburu doa dan ridho dari beberapa orang terdekat, seperti simbok dan bapak saya, simbah dan adik-adik saya, juga beberapa teman saya. Berharap dengan bekal ridho dan doa ini, pihak akhwat akan berubah pikiran, yang semula menolak menjadi menerima, hahaha. Enggak kok, becanda. Tetap, apapun keputusannya, saya yakin ini yang terbaik menurut Allah. Dan tentu baik untuk saya sebagai hambaNya.</p>
<p>Proses ta&#8217;aruf (kenalan) menuju proses khithbah (lamaran) saat itu adalah 4 hari. Ini yang membuat banyak orang terdekat saya merasa aneh, terutama bapak saya. Saya mengerti, kegundahan orang-orang yang menyayangi saya ketika bertanya, &#8220;Kok cepat sekali? Sudah dipikir bener-bener? Sudah kenal berapa lama? Kenal dimana? Yakin?&#8221; Namun inilah kesempatan saya menjelaskan tentang penjajakan pernikahan dalam pandangan islam.</p>
<p>&#8220;Sudah pacaran berapa lama, cuy?&#8221;, tanya seorang teman kepadaku. &#8220;Oh, saya nggak pacaran, alhamdulillah! Kalau mau nikah mah nikah aja&#8221;, tandasku.</p>
<p>Saya tidak akan menjelaskan lagi tentang haramnya pacaran, karena pada <a href="http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/04/menunggu-bidadari/">tulisan saya yang sebelumnya</a> sudah cukup jelas.</p>
<p>Alhamdulillah, simbok dan bapak meridhoi saya. Bahkan dari awal memang simbok lah yang menyemangati saya. Dan alhamdulillah, atas izin Allah, khithbah saya diterima oleh sang akhwat dan keluarganya. Jangan tanya kenapa dan apa yang membuat sang akhwat tersebut mau menerima pinangan saya, ya! Soalnya, saya sendiri belum menanyakan hal tersebut, hehe. Tapi juga jangan tanya, kenapa dan apa yang membuat saya yakin untuk meminang beliau.</p>
<p>Setelah mendapat jawaban dari pihak akhwat, yang harus dibicarakan selanjutnya adalah tanggal pernikahan, konsep acara pernikahan dan mahar atau maskawin yang diminta oleh sang akhwat. Saat mendengar jawaban dari sang akhwat mengenai mahar yang dipintanya, saya semakin yakin, bahwa beliau adalah wanita sholiha. Kenapa? Karena beliau mengamalkan hadist Rosul:<br />
<em>“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya”</em> – <strong>HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi</strong></p>
<p>Ya, beliau meringankan maharnya. Beliau meminta sebuah buku dan cincin emas yang gram dan kadar/karatnya terserah saya. Buku yang diminta tersebut berjudul &#8220;Fiqih Wanita&#8221; karya Syeikh Ibrahim Muhammad Al-Jamal tahun 1981, cetakan ke-25: Oktober 2008, penerbit: Asy Syifa. Awalnya saya pikir sulit untuk mendapatkan buku itu, namun Allah dengan kuasaNya memudahkan. Dengan adanya teman dan internet, dengan mudah dan cepat buku tersebut bisa didapat. Dan alhamdulillah, mahar sudah lengkap saya dapatkan tak lebih dari 2 minggu setelah khithbah. Dalam pencarian mahar ini, banyak pihak yang terlibat. Kepada yang telah membantu, saya ucapkan terimakasih.</p>
<div id="attachment_838" class="wp-caption aligncenter" style="width: 448px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/08/mahar-lengkap.jpg?w=470" alt="" title="mahar lengkap"   class="size-full wp-image-838" /><p class="wp-caption-text">buku dan cincin emas</p></div>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan nikmat dan kemudahan dalam proses menuju penggenapan dien ini. Sholawat salam kepada uswah kita, Rosulullah Muhammad Sholallahu&#8217;alaihi wasalam. Terimakasih kepada pembaca yang sudi meluangkan waktunya. Mohon doanya, insya Allah tentang persiapan teknis pra nikah dan dokumen administrasi KUA akan saya bagi di kesempatan mendatang. Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/833/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=833&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/08/17/alhamdulillah-khithbah-saya-diterima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/08/status-khithbah-tiny.png" medium="image">
			<media:title type="html">status khithbah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/08/mahar-lengkap.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mahar lengkap</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati yang khianat&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/31/hati-yang-khianat/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/31/hati-yang-khianat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 00:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=818</guid>
		<description><![CDATA[Marhaban Ya Ramadhan! Alangkah bahagianya hati setiap muslim saat bulan penuh rahmat dan ampunanNya datang. Bulan dimana masjid akan ramai dan asma Allah banyak disebut. Ya, Ramadhan datang. Amalan yang spesial dan wajib tentu puasa Ramadhan. Jika seseorang ingin mencari tahu dalil atau landasan hukum dalam berpuasa Ramadhan, pastinya langsung membuka QS. Al Baqarah ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=818&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marhaban Ya Ramadhan! Alangkah bahagianya hati setiap muslim saat bulan penuh rahmat dan ampunanNya datang. Bulan dimana masjid akan ramai dan asma Allah banyak disebut. Ya, Ramadhan datang. Amalan yang spesial dan wajib tentu puasa Ramadhan.</p>
<p><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/07/welcoming-ramadhan-1432.jpg?w=470" alt="" title="welcoming ramadhan 1432"   class="aligncenter size-full wp-image-821" /></p>
<p>Jika seseorang ingin mencari tahu dalil atau landasan hukum dalam berpuasa Ramadhan, pastinya langsung membuka QS. Al Baqarah ayat 183 sampai dengan ayat 187. Disana terdapat perintah berpuasa (ayat 183, 185), keringanan untuk berbuka dan menggantinya di hari lain bagi orang yang sakit dan bepergian (ayat 184, 185), membayar fidyah bagi orang yang tidak berkemampuan untuk puasa (ayat 184, 185), kebolehan bersenggama terhadap suami/istri di malam harinya (ayat 187).</p>
<p>Namun tahukah sahabat, ada 1 ayat yang sama sekali tidak membicarakan puasa? Padahal ayat-ayat yang berdekatan dengannya adalah ayat-ayat yang menjelaskan tentang puasa. Ayat tersebut adalah ayat 186, yang terjemah Indonesianya adalah:<span id="more-818"></span></p>
<p><em>&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#8221;</em> &#8211; TQS Al Baqarah [2:186]</p>
<p>Sebagian besar kita pasti sering mendengar ayat ini. Benar, Allah berfirman kepada Rosulullah Muhammad Sholallohualaihi wasalam tentang jawaban atas pertanyaan umat mengenai keberadaan Allah. Benar, Allah itu dekat. Dan Allah pasti mengabulkan doa orang-orang yang berdoa kepadaNya. Di ayat ini Allah juga berpesan kepada kita agar senantiasa beriman kepadaNya dan senantiasa pula berada dalam kebenaran. Tentu kebenaran dari sudut pandang islam.</p>
<p>Ada kisah menarik yang perlu diambil hikmahnya, ketika datang seseorang menghadap khalifah Umar bin Khathtab Rodhiallahu&#8217;anhum. Orang tersebut bertanya yang kurang lebih, &#8220;Wahai amirul mu&#8217;minin, mengapa Allah tidak mengabulkan doa saya? Bukankah dalam Al Qur&#8217;an sendiri Allah berjanji akan mengabulkan doa siapa saja yang memohon kepadaNya?&#8221;</p>
<p>Umar bin Khathtab kembali bertanya, &#8220;Apakah engkau benar-benar beriman kepada Allah?&#8221; Orang tersebut menjawab, &#8220;Ya!&#8221;</p>
<p>Menanggapinya, Umar bin Khathtab balik bertanya, &#8220;Apakah engkau berdoa dengan sungguh-sungguh?&#8221; Orang tersebut menjawab, &#8220;Ya!&#8221;</p>
<p>Umar kembali lagi bertanya, &#8220;Apakah engkau percaya dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doamu?&#8221; Orang tersebut menjawab, &#8220;Ya!&#8221;</p>
<p>Kemudian Umar berkata, &#8220;Barangkali hatimu khianat. Memang benar, engkau beriman, bersungguh-sungguh dalam berdoa, namun ketahuilah bahwa syarat dikabulkannya doa ada dua, yakni iman dan selalu berada dalam kebenaran. Mungkin engkau memenuhi syarat yang pertama, namun engkau lupa akan syarat kedua, bahwasanya kita harus senantiasa dalam kebenaran. Kebenaran untuk menjalankan semua perintah Allah, dan menjauhi segala larangan Allah. Jika kamu bersungguh-sungguh berdoa namun tidak menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya, maka hatimu sedang berkhianat.&#8221;</p>
<p>Sebelum lebih jauh bercerita, sekedar informasi bahwa kisah ini saya dapat dari majelis ilmu yang diadakan di tempat kerja saya beberapa hari lalu. Sehingga kurang lebihnya mohon dimaafkan. Saya berharap tidak mengurangi atau bahkan membiaskan makna dari kisah tersebut.</p>
<p>Hati yang khianat, adalah hati yang dimana kita benar-benar merasa beriman namun belum berada dalam kebenaran seperti yang tersurat dalam ayat tersebut di atas. Memang benar kita beriman, namun kita tidak menjalankan semua perintah Allah, termasuk di dalamnya menjalankan hukum Allah (syariat Allah, hukum syara&#8217;). Juga tidak meninggalkan larangan-larangan Allah. Kesimpulannya beramar ma&#8217;ruf nahi mungkar.</p>
<p>Maka dari itu, sudah sebaiknya, sepatutnya, seharusnya kita benar-benar dalam kebenaran, beramar ma&#8217;ruf nahi mungkar, bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Ittaqullah, ittaqullah haqqo tuqotihi. Dan sesuai QS Al Baqarah ayat 183, puasa Ramadhan inilah takwa yang sebenar-benarnya merupakan tujuan.</p>
<p>Akhir kata, bersama artikel ini saya mengucapkan selamat datang bulan Ramadhan, selamat bergembira bagi sahabat sekalian, selamat berpuasa, selamat menjalani gemblengan takwa, dan jangan kendor untuk berdakwah. Ingat, di bulan Ramadhan banyak kemenangan-kemenangan yang diraih kaum muslim dalam peperangan dan kita berharap semoga pertolongan Allah berupa kemenangan tegaknya syariah dalam bingkai khilafah akan kita raih pula di bulan ini, Allahuakbar!! Semoga bermanfaat, mohon maaf dan terimakasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/818/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=818&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/31/hati-yang-khianat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/07/welcoming-ramadhan-1432.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">welcoming ramadhan 1432</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini cerita ta&#8217;arufku, apa cerita ta&#8217;arufmu?</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/14/ini-cerita-taarufku-apa-cerita-taarufmu/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/14/ini-cerita-taarufku-apa-cerita-taarufmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 10:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Langkah pertama, sudah ku lakukan. Langkah menuju gerbang kehidupan baru. Kehidupan baru dengan berbagai hak dan kewajiban baru. Kelamaan ya? Ehehe. Ringkasan dari paragraf yang berbelit-belit di atas adalah ta&#8217;aruf. Apa itu ta&#8217;aruf? Ta&#8217;aruf adalah kenalan. Ya memang tak ada yang spesial dari kenalan. Namun, yang dimaksudkan disini adalah kenalan secara serius dan sungguh-sungguh menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=805&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langkah pertama, sudah ku lakukan. Langkah menuju gerbang kehidupan baru. Kehidupan baru dengan berbagai hak dan kewajiban baru. Kelamaan ya? Ehehe.</p>
<p>Ringkasan dari paragraf yang berbelit-belit di atas adalah ta&#8217;aruf. Apa itu ta&#8217;aruf? Ta&#8217;aruf adalah kenalan. Ya memang tak ada yang spesial dari kenalan. Namun, yang dimaksudkan disini adalah kenalan secara serius dan sungguh-sungguh menuju pernikahan. Dan ini sudah saya lakukan 27 Rajab 1432 Hijriyah lalu tepat 29 Juni 2011. Pasca <a href="http://arrahmah.com/read/2011/06/29/13644-konferensi-rajab-ingatkan-pentingnya-syariah-dan-khilafah.html">Konferensi Rajab 1432 H</a> di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.</p>
<div id="attachment_807" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><img src="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/07/ke-cikupa.png?w=470&#038;h=117" alt="status plurk ke cikupa" title="ke cikupa" width="470" height="117" class="size-full wp-image-807" /><p class="wp-caption-text">berangkat ta&#039;aruf</p></div>
<p>Sebelumnya, memang niatan untuk menikah sudah sering berkecamuk dan menuntut pemenuhan segera. Namun keinginan itu tak dapat dibendung di kala simbok berkeinginan juga agar saya segera menikah. Dengan menjadikan rambut putih sebagai alasan, beliau berargumen sudah pantas menggendong cucu dari anaknya yang pertama. Yang tak lain adalah saya sendiri.</p>
<p>Alhamdulillah, saya beruntung. <span id="more-805"></span>Saya memiliki seorang musyrif (bahasa lainnya murobbi, atau semacam tempat bertanya) yang amanah, yang dapat dimintai bantuan untuk mencarikan, setidaknya mengenalkan dengan akhwat sholiha siap nikah. Terus terang, saya sangat berhutang budi kepada beliau ini.</p>
<p>Beberapa hari sebelum ta&#8217;aruf, musyrif saya mengabarkan bahwa setelah Konferensi Rajab 1432 H saya diminta mempersiapkan diri untuk ta&#8217;aruf. Saya pun menyanggupi dengan kalimat &#8220;insya Alloh&#8221;. Hari-hariku kini menjadi penuh perasaan dag dig dug, setelah mendengar kabar tersebut.</p>
<p>Tahukah bahwa 4 hari menjelang ta&#8217;aruf, mata saya sebelah kanan disengat semacam serangga. Daerah sekitar mata sebelah kanan pun bengkak. Bengkak belum usai, jerawat mulai muncul di antara hidung dan bibir. Padahal sebentar lagi ta&#8217;aruf. Yang dikhawatirkan adalah performa yang kurang bagus di awal, ehehe. Namun alhamdulillah bengkak dan jerawat sirna saat hari ta&#8217;aruf.</p>
<p>Saat perjalanan ke Cikupa, Tangerang, tempat dimana saya akan dikenalkan dengan sang akhwat, hanya sedikit informasi yang saya tahu tentang si dia. Yang saya tahu hanyalah bahwa saya akan dikenalkan dengan seorang gadis yang juga aktif dalam organisasi dakwah. Itu saja. Aneh? Menurut saya enggak juga, karena justru dalam ta&#8217;aruf itulah ajang saya mengenal lebih jauh tentang si dia. Begitu pula si dia, akan lebih mengenal saya saat ta&#8217;aruf.</p>
<p>1 jam terasa begitu menegangkan saat ta&#8217;aruf. Selain memang saat itu adalah pertama kalinya saya ta&#8217;aruf, juga karena dalam ta&#8217;aruf tersebut lebih dari 9 pasang telinga mendengar apa yang saya ucapkan. Ini memang hal wajar, mengingat ta&#8217;aruf tidak boleh berkhalwat alias berdua-duaan dengan yang bukan mahrom.</p>
<p>Saya akui, saat itu saya sangat kaku. Memulai pembicaraan seperti memulai majlis ta&#8217;lim. Kemudian dilanjut dengan menanyakan data-data pribadi dari sang akhwat tersebut, seperti nama, tahun lahir, orang tuanya, aktifitasnya saat ini, dan seterusnya. Saking canggungnya, sampai-sampai saya sulit mengingat nama akhwat tersebut. Namun lama kelamaan ketegangan saya mencair. Saya berani menanyakan apakah si dia suka masak, lalu bagaimana tanggapannya ketika saya menginginkan punya anak dalam waktu dekat, dan sebagainya. Dan ketika saya selesai bertanya, giliran sang akhwat yang tanya.</p>
<p>Saya ucapkan terimakasih, kepada musyrif saya sekeluarga yang sudi mengantar saya ta&#8217;aruf jauh-jauh dari Cililitan ke Cikupa. Tak lupa pula terimakasih saya kepada mas&#8217;ul Cikupa sekeluarga yang sudi menjadi tuan rumah acara ta&#8217;aruf ini. Saya merasa &#8220;teropeni&#8221; kalau orang Jawa bilang. Maksudnya saya merasa ada yang merawat dan mengurus.</p>
<p>Selepas ta&#8217;aruf, saya dan sang akhwat diminta untuk memberikan jawaban, &#8220;Lanjut atau tidak&#8221; sesegera mungkin. Dan alhamdulillah, jawaban saya bersambut dengan jawaban sang akhwat. Karena saya dan sang akhwat memberikan jawaban untuk lanjut melalui perantara masing-masing, kami pun diminta untuk menggelar pertemuan kembali, yakni acara &#8220;khithbah&#8221; atau yang sering disebut melamar atau meminang.</p>
<p>Saat ini cara mencari calon pasangan melalui ta&#8217;aruf seperti ini nampaknya aneh, namun inilah salah satu cara yang disyariatkan oleh islam. Tidak lantas kenalan sendiri lalu pacaran, bukan itu caranya! Beberapa hal penting dan wajib diperhatikan serta diamalkan adalah bahwa dalam ta&#8217;aruf tidak boleh berkhalwat. Baik bertemu langsung maupun kontak via alat komunikasi suara atau tertulis. Harus ditemani mahrom masing-masing. Tanyakan apa saja yang mendorong keduanya untuk menikah, namun tetap dalam batas yang sopan dan pantas. Niatkan diri untuk bersungguh-sungguh ibadah, ikhlas karena Alloh. Segera beri jawaban atas tindak lanjut dari ta&#8217;aruf tersebut, jangan mengulur waktu, karena masing-masing berniat segera menikah.</p>
<p>Akhirnya, langkah pertama sudah ku lakukan. Langkah pertama menuju pernikahan yang semoga diridhoi Alloh, amiin. Pesan saya adalah sebagai muslim yang menginginkan rumah tangga dan keluarga sakinah mawadah warohmah yang diberkahi Alloh, haruslah memulainya dengan memegang teguh aturan Alloh. Insya Alloh bila memulai sesuai dengan syariah islam, mendasarinya dengan niatan menggapai ridho Alloh, Alloh juga akan menyambut kita dengan berkah dan ridhoNya.</p>
<p>Ini cerita ta&#8217;arufku, apa cerita ta&#8217;arufmu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=805&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/14/ini-cerita-taarufku-apa-cerita-taarufmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikoarwenda.files.wordpress.com/2011/07/ke-cikupa.png" medium="image">
			<media:title type="html">ke cikupa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu bidadari&#8230;</title>
		<link>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/04/menunggu-bidadari/</link>
		<comments>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/04/menunggu-bidadari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 11:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ochin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikoarwenda.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada pertanyaan: Kegiatan apa yang paling membosankan? Pasti tak sedikit yang menjawab: Menunggu. Ya memang benar juga sih, menunggu itu suatu hal yang membosankan, menjemukan dan membuang waktu. Terlebih bila yang ditunggu-tunggu tak tahu kepastiannya. Agaknya hal ini juga sama dirasakan ketika menunggu bidadari. Ehem. Kalau bicara menunggu bidadari, pasti yang menggebu-gebu adalah para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=787&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ada pertanyaan: Kegiatan apa yang paling membosankan? Pasti tak sedikit yang menjawab: Menunggu. Ya memang benar juga sih, menunggu itu suatu hal yang membosankan, menjemukan dan membuang waktu. Terlebih bila yang ditunggu-tunggu tak tahu kepastiannya. Agaknya hal ini juga sama dirasakan ketika menunggu bidadari. Ehem.</p>
<p>Kalau bicara menunggu bidadari, pasti yang menggebu-gebu adalah para jomblowan dan jomblowati. Tak terkecuali saya sendiri, ehehe.</p>
<p>Saya kok jadi S3 gini ya? Senyum-senyum sendiri (S3). Ya wajarlah, namanya juga anak muda yang lagi puncak-puncaknya gampang jatuh. Jatuh hati maksudnya.</p>
<p>Meski menunggu begitu menjemukan, ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu tunggu. Misalnya pas nunggu nasi di ricecooker mateng nih. Paling nggak kalau masak berasnya 1 gelas kan sekitar 20 menitan tuh, kita manfaatin aja untuk mengerjakan hal lain. Kalau cuma duduk di depan ricecooker sambil melototin ricecooker mah emang bosen banget. Coba kalau nunggunya sambil nonton tv, baca koran, ngulek bumbu (soalnya mau sekalian masak sayur), telpon ibu di kampung halaman, nyapu lantai, nyuci piring, beli mi (anak kos banget), dan masih banyak kegiatan lain yang bermanfaat. Maka waktu yang 20 menit itu akan terasa 5 menit. Enak kan, nasi mateng bersamaan dengan sayur mateng (bagi yang nunggu sambil masak sayur). Tinggal makan deh langsung, hmm. Bagi yang nyapu lantai, pas nasi mateng, ruangan bersih, nyaman deh buat makan. Dan sebagainya.</p>
<p>Inipun berlaku bagi para penunggu bidadari. <span id="more-787"></span>Di sinilah sang pemilik bidadari menguji kita. Menguji seberapa kuat daya tahan kita. Ya kalau kita menunggunya hanya dengan berawang-awang, melamun, lalu berdiam diri, pasti jenuh. Harusnya sama dengan menunggu nasi matang tadi. Kita gunakan nih waktu tunggu dengan menimba ilmu, mengukir prestasi gemilang, melakukan riset misalkan, mengajak banyak orang untuk berdakwah, dan masih banyak lagi kegiatan positif lainnya. Bukan malah nongkrong-nongkrong tanpa tujuan, ngobrolin sesuatu yang nggak jelas, trek-trekan, mabuk-mabukan, hura-hura, ngabisin duit orang tua, tawuran, pacaran, dan masih banyak juga kegiatan negatif lainnya.</p>
<p>Eit, tunggu dulu! Kok di deretan kegiatan negatif tadi ada kata-kata &#8220;pacaran&#8221;? Emang pacaran hal yang nggak bener?</p>
<p>Saya yakin tanpa disampaikan pun, banyak pemuda-pemudi muslim yang sudah paham hukum pacaran. Ya, memang mereka tahu. Tapi mereka tidak mengindahkan. Hati-hati lho kawan! Saya khawatir, yang begini ini bisa disetarakan kedudukannya dengan orang fasik. Kenapa? Karena orang fasik salah satu cirinya adalah orang yang tahu hukum, namun tidak melaksanakan hukum itu. Naudzubillah.</p>
<p>Memang benar kata Rosul dalam hadist riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, bahwa akan datang masa dimana orang yang bersabar dan memegang teguh islam bagaikan menggenggam bara api. Siapa yang nggak teguh mengamalkan islam, maka akan lepas. Namun bagi orang yang tetap sabar dan teguh memegang islam, ia akan merasakan panas. Berbagai cercaan, fitnah, tuduhan, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Termasuk dalam proses menunggu bidadari ini, sahabat! Bagi jomblower yang teguh terhadap islam, mereka tidak akan pacaran! Bukan karena mereka tidak laku atau tidak bisa punya pacar, tapi karena mereka dengan yakin dan teguh memegang aturan islam dalam pergaulannya. Dimana islam tidak membolehkan berdua-duaan dengan yang bukan mahrom, atau disebut &#8220;khalwat&#8221;, islam juga melarang mendekati zina, islam juga melarang ikhtilat, atau campur baur antara laki-laki dan wanita bukan mahrom dalam wilayah pribadi.</p>
<p>Ada yang bilang, &#8220;Kalo nggak boleh dua-duaan, empat-empatan deh!&#8221; Tetap saja kalau empat-empatan pun dengan anggotanya 2 laki-laki dan 2 perempuan yang masing-masing bukan mahrom dengan niatan pacaran mah namanya berkhalwat! Sama aja dengan mendekati zina berjama&#8217;ah. Bukankah firman Alloh sangat jelas dan gamblang: <em>&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.&#8221;</em> &#8211; TQS Al Israa&#8217; [17:32]</p>
<p>Tuh kan, mendekati zina aja nggak boleh, apalagi ngelakuin zina. Karena yang namanya zina, pasti diawali dengan pendekatan-pendekatan ke arah tersebut. Selain itu Rosul juga bersabda: <em>&#8220;Janganlah sekali-kali seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita itu disertai mahromnya&#8221;</em> &#8211; HR. Bukhori Muslim.</p>
<p>Nah, kalau sudah jelas bahwa khalwat/berdua-duaan/pacaran itu dilarang oleh Alloh dan Rosululloh, masak sih kita yang notabene ciptaan Alloh dan pengikut Rosululloh masih saja melakukan?</p>
<p>Jadi intinya, pacaran itu dilarang? Yak, benar sekali! Yang melarang bukan saya lho ya, tapi Alloh dan Rosul. Selain itu, kita harusnya sebagai muslim yakin, bahwa Alloh lebih tahu mana yang baik untuk manusia. Juga dalam hal pergaulan ini.</p>
<p>Agaknya sudah lazim di masyarakat kita saat ini bahwa pacaran adalah sesuatu yang dibutuhkan sebelum menjajaki pernikahan. Alasan-alasan yang membolehkannya pun banyak beredar. Alasan yang paling kuat di masyarakat adalah untuk mengenal lebih jauh calon pasangan. Yang perlu digaris bawahi adalah, jangan pernah menggunakan tolak ukur sesuatu dari opini masyarakat secara umum, karena pandangan masyarakat belum tentu pandangan yang benar. Tetapi jadikan Qur&#8217;an, Sunnah, juga sumber hukum islam yang lain sebagai sumber hukum bagi apapun itu. Jelas, karena kita sebagai muslim, harus mutlak terikat dengan aturan islam. Tolak ukur halal-haram islamlah yang harus kita jadikan pegangan.</p>
<p>Lagi pula, dengan pacaran seseorang tidak dapat benar-benar mengenal calon pasangannya. Tetap saja kita akan benar-benar mengenali pasangan ketika sudah menikah. Terlepas dari alasan tersebut, haruslah kita menolak pacaran karena Alloh dan Rosul lah yang melarang.</p>
<p>Sejatinya dalam islam, kehidupan laki-laki dan wanita itu terpisah. Mereka baru disatukan ketika berada di rumah tangganya. Sehingga dalam islam, laki-laki hanya beraktivitas dengan kelompok laki-laki, begitu juga wanita. Jika &#8220;keinginan itu&#8221; sudah muncul dan kuat, maka harus tetap disetir oleh islam. Maka tak heran bila dalam islam yang sesungguhnya, laki-laki tidak punya banyak teman wanita. Karena itu saat ingin menikah, ia meminta seseorang untuk dikenalkan dengan wanita-wanita yang juga ingin menikah. Setelah itu diadakanlah ta&#8217;aruf, atau acara kenalan dengan tetap menaati larangan khalwat. Yakni dengan ditemani mahrom masing-masing.</p>
<p>Mari sejenak kita bandingkan kondisi pemuda muslim sekarang dengan pemuda muslim masa kekhilafahan, dimana islam dijadikan sumber hukum formal. Tengoklah nama-nama cendekiawan dan ilmuwan muda muslim kala itu, ada Imam Syafii, al-Khawarizmi, al-Kindi, ibnu Sina, dan masih banyak lagi. Imam Syafii misalnya. Beliau hafiz Qur&#8217;an usia 12 tahun. Tak lain dan tak bukan kondisi ini dipengaruhi oleh lingkungan, serta peraturan yang menerapkan islam sepenuhnya saat itu. Ini tentu jauh berbeda dengan kondisi pemuda muslim era sekarang. 12 tahun bisa apa? Apa yang bisa dibanggakan? Ya memang, banyak juga kok yang hafiz Qur&#8217;an. Tapi lebih banyak mana dengan yang 12 tahun sudah kenal pacaran? Sudah berani membantah orang tua? Lebih banyak mana dengan yang lebih menyeringkan diri ngegame dibanding ramai di masjid? Keberhasilan di era khilafah tak bisa dielakkan juga dari sistem pemerintahan yang sangat baik, karena 100% menerapkan syariah islam. Karena sistem pergaulannya yang syar&#8217;i, maka tak heran bila pemudanya lebih banyak menghabiskan waktunya mengukir prestasi. Bukan seperti saat ini, pemudanya lebih banyak yang menghabiskan waktu dengan pacaran, pokoknya bahasannya cinta-cintaan lah.</p>
<p>Demikian ungkapan hati dan pikiran saya tentang menunggu bidadari. Semoga bisa diambil nilai positifnya. Bagi pembaca yang tersinggung, ya selamat memperbaiki diri. Bagi pembaca yang sepakat dengan apa yang saya sampaikan ini, semoga menjadi bukti bahwa masih ada kok yang nggak mau pacaran, hehe.</p>
<p>Pesan saya kepada Anda yang sedang atau akan pacaran, hentikan dan jangan lakukan aktifitas pacaran, segera! Terutama Anda, pemuda muslim! Bila memang sudah ingin menikah, ya silakan menikah! Kalau memang belum siap atau belum sanggup, maka hindari yang namanya pacaran! Jangan takut kehabisan stok, karena semua orang punya jodoh masing-masing. Jangan takut dicap nggak normal, karena normal menurut pemahaman orang itu bukan normal menurut islam. Jangan takut dibilang nggak laku, karena Alloh selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Ingat pesan suri teladan kita, <em>&#8220;Barang siapa yang sudah mampu (menafkahi keluarga), hendaklah ia menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum sanggup menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu adalah benteng baginya.&#8221;</em> &#8211; HR. Bukhori.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikoarwenda.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikoarwenda.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikoarwenda.wordpress.com&amp;blog=4344398&amp;post=787&amp;subd=nikoarwenda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikoarwenda.wordpress.com/2011/07/04/menunggu-bidadari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f00db61fdaa522229a227467f0b6b8e9?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ochin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
