Pengalaman

Makhluk lain penghuni kantor…

Jangan berpikir takhyul dulu ya, sebab makhluk lain disini adalah makhluk selain manusia. Tapi jangan berpikiran sempit dulu. Makhluk lain yang aku maksud adalah hewan. Yang ingin saya ekspos kali ini adalah kucing.

Entah kenapa kucing menarik perhatianku, ketika tadi pagi, pagi-pagi buta, aku mendapati seekor kucing memporak porandakan tempat sampah di dapur kantor. Aku pun kaget. Namun yang lebih mengagetkan lagi, kucing itu sama sekali tak merasa berdosa, apalagi menyesali perbuatannya. Mengetahui kedatanganku, dia hanya memandangku dua detik, lalu melanjutkan kegarongannya mengorek sampah yang tumpah karena tempatnya terjatuh. Begitu menikmati hasil sisa tulang ayam yang ia temukan.

Aku biarkan saja sampai selesai. Tak berapa lama, kucing tersebut memutuskan untuk selesai dan pergi meninggalkan tempat sampah yang berserakan isinya. Aku pun tak kuasa menghela napas. Akhirnya aku pun memunguti kembali sampah yang keluar dan memasukkannya kembali ke habitatnya.

Sungguh tak habis pikir. Di kantor ada banyak tikus, namun ada banyak juga kucing, meski hanya 2 ekor kucing, namun lebih dari satu bisa juga dibilang banyak. Tapi kenapa pihak si kucing tidak memakan pihak si tikus, bahkan malah mencari makan di tempat sampah yang justru menambahi kekacauan di kantor. Aku bingung. Apa memang kucingnya yang nggak mau makan tikus, atau tikusnya yang nggak mau dimakan kucing? Tolong jelaskan padaku kawan!

11 thoughts on “Makhluk lain penghuni kantor…

  1. @tenyomtenan:
    iya iya, silakan saja suka sama kucing ato sama ular kek terserah,
    yang penting jelasin dulu, ada apa dengan kucing yang satu ini,
    ga mau ngejar atau makan tikus, malah ngorek-ngorek tempat sampah..
    inikah yang namanya kucing..??

  2. kucing jaman sekarang mah udah gak mau repot..
    pengennya yang instan, kalo makan di tempat sampah kan instan tuh, gak perlu repot2 kejar2an ma tikus..
    hahaa.. fast food *yeah!*

  3. kucingnya lagi lapar kali jadinya ngorek sampah deh, kalo mengenai tikusnya mungkin si kucing uda putus asa nangkap tuh tikus yg lebih gesit drpd dia jadinya santai2 aja tuh tikus

    *lho?*

  4. @tenyomtenan:
    trus gimana biar populasi tikus terkendali?
    hari ini aja udah ada 1 kabel lagi jadi korban,
    bener-bener kualahan nih..
    kucing males tuh..

    @novi:
    lapar sih lapar, tapi sikapnya yang acuh pas tahu kalo aku di dapur tuh sungguh tak tahu malu, kucing muka tebal tuh~
    si tikusnya juga udah mulai berani nampakin diri di muka umum,
    hari ini aja aku udah disapa seekor tikus..

  5. kucingnya udah kena syndrom gak-bisa-makan-tikus itu syndrom berbahaya yang masih belom ketemu obatnya, kalo kena syndrom itu seekor kucing bisa kehilangan jati dirinya sebagai kucing.. gawat kan..

    saranku sih, kalian tukar posisi aja, kucingnya ganti jadi IT trus kamu gantiin posisi kucingnya berburu tikus.. gyagaga…

  6. haha~
    tuh kucing kena sindrom dari tenyomtenan tuh,
    tenyom kan ga makan tikus,

    tuker posisi?
    kenapa nggak situ aja yang tukeran,
    kau jadi tikus, kucingnya jadi tenyom, nah lo?

  7. ochin, aku menepati janjiku
    mengirim komen di blogmu
    kok ya pas,
    aku lagi benci ma kucing,
    eh kamu malah mengekspos makhluk itu..

  8. huahahaha~

    ada ada aja nih,
    ide bagus sih, ntar yang jadi bahan primadonanya bukan daging ayam lagi, melainkan daging kucing, ahahaha~

    mau?
    ntar si kucing bukan jadi konsumen, tapi jadi yang dikonsumsi, ahaha~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s