Kalbu

Mendengar…

Sahabat, ada dua hal yang sebenarnya Allah tekankan kepada kita dalam ayat-Nya yang sebenarnya tidak kita sadari. Dari dulu mungkin sebagian besar dari kita hanya mengatahui poin pertama dari dua hal yang perlu kita pelajari, yakni pada ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad, SAW yakni “bacalah”. Namun ketahuilah sahabat, bahwa ada satu poin lagi yang harus kita kuasai atau kita pelajari. Apakah itu? Jawabannya adalah “mendengarkan”.

Banyak dari kita, termasuk saya selama ini menginginkan untuk selalu didengar. Dengan kata lain kita selalu ingin berbicara, menunjukkan bahwa inilah saya dengan segala kelebihan dan dengarkanlah saya. Maka sesungguhnya sahabat, orang yang banyak bicara adalah orang yang banyak berbuat salah. Karena sesungguhnya, satu hal yang harus kita miliki, yaitu kemampuan mendengarkan. Meski kedengarannya gampang, namun perlu diketahui bahwa ada 3 tingkatan orang dalam mendengarkan sesuatu, yakni:

  1. Mendengar awang-awang,
    adalah mendengar secara tampak saja, kelihatannya mendengar namun sebenarnya ia hanya mendengar apa yang ada di awangannya, sehingga orang yang mendengar seperti ini tidak memahami apa yang ia dengarkan.
  2. Mendengar selektif,
    adalah mendengar apa yang menjadi ketertarikan, hanya mendengar apa yang searah dengan pemikirannya, yang mengabaikan segala sesuatu yang berlawanan dengan pendapatnya, yang justru sesungguhnya itulah yang harus ia dengar, karena dari pemikiran yang berlawanan itulah kita akan mendapatkan sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda.
  3. Mendengar empati,
    adalah mendengar dengan memahami keseluruhan yang telah ia dengar, yaitu mendengar dengan membuka mata, telinga serta hati dalam mendengarkan, maka hanya dengan mendengar seperti inilah kita dapat memahami keseluruhan apa yang kita dengar, dan jangan lupa untuk menahan bicara ketika lawan sedang berbicara, demikian sebaliknya.

Dari kecil kita sudah diajarkan kemampuan-kemampuan dasar yang meliputi kemampuan membaca, menulis dan berbicara. Namun sadarkah sahabat bahwa satu hal yang tidak pernah kita dapatkan, yaitu kemampuan mendengar. Untuk itu, marilah mulai saat ini kita tata cara berkomunikasi kita. Mari kita perbanyak mendengar dari pada berbicara. Karena orang yang sesungguhnya berilmu adalah orang yang sadar bahwa apa yang telah ia ketahui membuat dirinya tahu bahwa banyak sekali hal-hal yang belum ia ketahui. Karena itulah, kenapa Allah menganugerahi kita dua telinga dengan satu mulut, itu pertanda bahwa kita disarankan untuk lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mampu mendengar, amien.

4 thoughts on “Mendengar…

  1. hohohoho….bebzz..dari dulu aku juga udah bilang kan aku itu pendengar setia booo……i know u like that

  2. ehemm,..
    lagi-lagi komen yang memuja diri sendiri 🙂
    tapi okelah, kau sebagai pendengar setia ku ucapkan banyak terimakasih 🙂

  3. ohh,, aku baru tahu …

    pelajaran hari ini :
    kalo untuk memahami pelajaran, pake mendengar tipe empati 😀

    btw, kalo aku sih, mendengar awang-awang saat lagi ngantuk, dan lawan bicara ngomongnya ngotot :D.. akhirnya aku pura2 sotoy deh 😀

  4. hahaha,
    wed, iwed,
    iya sih, ngantuk memang bikin kita lupa segalanya, bikin fly rasanya,
    untuk itu, sebelum mendengar, kita harus siapkan tenaga untuk itu,
    jangan sampai ngantuk,
    btw terimakasih kunjungan dan komennya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s