Pengalaman

Kali kedua ke Bogor…

Kali kedua ke Bogor, aku jatuh cinta…

Itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan suasana hati. Karena tepat 6 hari aku PP Jakarta-Bogor. Dan itu kali kedua aku ke Bogor. Entah kenapa jadi jatuh cinta sama kota ini, mungkin karena suasana dan kesejukannya kali ya? Terutama airnya yang dingin menyegarkan.

Meski ke Bogor karena diikutkan tugas kantor, tapi aku menikmatinya sebagai perjalanan wisata. Soalnya kami dibagi menjadi 3 tim, masing-masing tim terdiri dari 2 orang, satu dari perusahaan kami dan satu lagi dari Telkom Bogor. Kami melakukan kunjungan ke cafe-cafe, hotel-hotel, sekolah-sekolah, pondok-pondok pesantren, masjid-masjid, kantor-kantor pemerintah, tempat-tempat wisata, dan tempat menarik lain yang kami dikunjungi. Pokoknya enak deh 6 hari di Bogor.

Ada sekitar 130-an di area Kota Bogor, Cibinong, Cileungsi yang kami kunjungi. Namun tim saya kebagian 59 lokasi saja, yakni di daerah kota Bogor, Semplak, Parung, Cibinong. Lumayan, bisa muter-muter kota Bogor. Tapi sayangnya tim saya nggak kebagian ke daerah puncak, padahal aku belum pernah tuh ke puncak. Lalu ada istana negara dan taman safari. Tapi lagi-lagi nggak kebagian kesana.

Lalu aku keingetan roti unyil yang katanya khas Bogor. Jadi aku sempatkan beli tuh yang namanya roti unyil, soalnya penasaran banget yang namanya roti unyil itu bentuknya seperti apa. Setelah mampir ke toko roti di dekat terminal bus Baranangsiang, akhirnya aku mendapati kotak roti yang isinya roti unyil. Dan ternyata, setelah aku buka ketika sampai di kantor, ternyata, roti unyil itu, sama seperti roti-roti biasa, hanya bentuknya kecil, kayak unyil, mungil, dengan isi yang beragam. Aku kecewa, huwaaa…

Berikut foto para unyil yang siap dimakan:

yang disebut roti unyil
yang disebut roti unyil

Soal rasa, aku kira sama dengan roti-roti biasa. Namanya juga roti. Namun, perhatianku teralihkan dengan makanan lain yang lebih menarik hati. Yakni permen asem. Semua sudah tau kan permen asem? Yang dijual seribuan di bus-bus atau kopaja.

Aku terlanjur gandrung sama yang namanya permen asem. Dan aku beruntung sekali, ternyata di bus banyak yang menjual permen asem ini. Sungguh bahagia rasanya ketika melihat penjual permen asem memasuki bus. Langsung saja aku menyerobot dan memesan sepuluh bungkus, ahaha. Rasanya nikmat banget saat ngemut yang namanya permen asem, kalian harus mencobanya. Biar lebih paham yang namanya permen asem, berikut saya sempatkan memotret figur permen asem terakhir sebelum aku lahap:

permen dari surga
permen dari surga

Tapi ya risikonya, kami harus bangun dan siap kerja lebih awal, jam tujuh pagi harus sudah dapet bus jurusan Lebak Bulus – Bogor, dengan tarif Rp 11.500,-

Satu hal yang kurasa aneh. Kenapa ya, aku tidak bisa mengingat wajah mas-mas yang jadi satu tim denganku? Barulah di hari ketiga, aku bisa mengingat dengan jelas wajah beliau. Ini menandakan bahwa daya ingatku sangatlah lemah.

Kapan ya bisa ke Bogor lagi? Hmm…

3 thoughts on “Kali kedua ke Bogor…

  1. hahhaha…ancene kowe juga koyok unyil like fevi cilik mbethik jaluk disambleki
    kyakyakyakyak

  2. hmm..
    kagak nyambung deh ni budhe yang satu ini,
    tapi gimana pendapatnya soal roti unyil..??
    pasti kepengen ya..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s