Pengalaman

Sepeda baru dan satu tahun di Jakarta…

Tak terasa kawan, hari ini, 12 Agustus 2009, menandakan bahwa diriku tepat satu tahun sudah di Jakarta, ehehe. Senang sih iya, tapi banyak sedihnya kali ya? Enggak juga sih. Hasil satu tahun di Jakarta yang jelas tampak adalah handphone dan sepeda yang aku punya saat ini. Meski semuanya second, namun aku tetap bahagia, karena mereka kubeli dengan hasil keringatku sendiri.

Walau sudah setahun di sini, dan itu cukup lama juga, aku tak banyak berkunjung ke tempat-tempat menarik di Jakarta. Paling-paling cuma ke Ragunan, ehehe. Paling jauh mungkin ke Bogor. Meskipun statusnya disuruh Pak Bos. Kemudian soal percintaan? Hmm. Pertanyaan yang cukup sensitif. Alhamdulillah selama di sini sudah dapet tuh yang namanya kekasih. Meski bukan cinta pertama, namun akan aku jalani dengan kesungguhan hati. Amin.

Bicara soal sepeda baru, akan kuceritakan sedikit. Sepeda (second) yang baru kubeli hari Minggu lalu [09/08/09] kudapat dengan mengikhlaskan Rp. 230.000,- dari tanganku. “Kereta”, dia kunamai Kereta. Kegirangan menyertai perjalanan dari Pasar Rebo ke kantor dengan mengendarai Kereta. Namun tak semulus yang ku harapkan, di tengah perjalanan pedal sebelah kiri terasa aneh dan akhirnya copot karena kehilangan mur. Untung saat itu posisi tidak di tengah jalan raya. Untung juga saat itu aku nggak sendirian, ada teman yang menyertai. Alhasil aku didorong dengan sepeda motor, hingga kami menemukan bengkel sepeda di belakang Ragunan, karena mur tersebut hanya ada di bengkel sepeda. Berikut foto Kereta, sepeda kesayangku:

Kereta
Kereta

Meski aku dan Kereta sudah mendapat cobaan di awal, kami tetap saling menyayangi. Karena banyak manfaat yang kita dapatkan dengan naik sepeda. Diantaranya adalah hemat, sehat dan peduli lingkungan. Hemat, karena kita tidak perlu beli bahan bakar. Kita juga tidak perlu bayar parkir saat berkunjung ke suatu tempat seperti supermarket misalnya, karena tak sedikitpun mata tukang parkir mengarah kepadamu. Sehat, karena dijamin otot-otot tubuh kita akan bekerja, terutama kaki dan jantung. Nafas kita pun akan bekerja lebih optimal yang nantinya juga membawa pengaruh baik pada aliran darah. Pokoknya sehat deh. Peduli lingkungan, pasti semua sudah tahu, apa yang dimaksud peduli lingkungan di sini. Karena sepeda tidak memproduksi asap atau gas buang, sudah tentu tidak ada polusi udara yang dihasilkan. Itu berarti kita telah ikut berpartisipasi dalam mengurangi global warming, meski dalam ukuran teramat kecil namun bernilai, sangat bernilai.

Harapan untuk terus maju selalu ada, semoga pengalaman dan ilmu baru yang didapat selama satu tahun terakhir ini bisa memacu kita semua dalam berbuat yang lebih baik ke depannya. Jangan menilai rendah suatu hal, karena ia bisa tampak jauh lebih bernilai di kemudian hari. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Sepeda baru dan satu tahun di Jakarta…

  1. [quote]Alhamdulillah selama di sini sudah dapet tuh yang namanya kekasih. Meski bukan cinta pertama, namun akan aku jalani dengan kesungguhan hati[/quote]

    wah wah, suit suit, ciye ciye, kok nggak cerita2 sih cin?
    *nggak tertarik sama isi artikel*

  2. iyo yan (n_n)’
    tapi sayang, per hari ini kayake kalimat yang di-quote ndak berlaku lagi😀
    ehehe..

    karena sudah tidak ada yang perlu diceritakan lagi,
    aku nggak jadi cerita🙂
    ehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s