Kalbu

Ikhlas…

Ikhlas berasal dari akar kata “Kholis”, yang artinya jernih, yang sebelumnya pernah keruh. Beda dengan “Shofi”, yang artinya jernih yang memang sebelumnya jernih.

Ada satu cerita, ketika itu ada seorang yang bertanya kepada seorang ahli agama (maaf, saya lupa namanya);

tanya: Bulan apa yang paling baik?
jawab: Menurut Al-Qur’an, bulan yang baik adalah bulan Ramadhan.

tanya: Hari apa yang paling baik?
jawab: Menurut Al-Qur’an, hari yang baik adalah hari Jum’at.

tanya: Amalan apa yang paling baik?
jawab: Menurut Al-Qur’an, amalan yang paling baik adalah sholat di awal waktu.

Kemudian orang tersebut berlalu dan datang kepada shohabat nabi, Ali bin Abi Tholib dan bertanya pertanyaan yang sama. Namun dengan senyuman, shohabat Ali menjawab dengan jawaban subyektif;

tanya: Bulan apa yang paling baik?
jawab: Bulan yang baik untukmu adalah bulan dimana kamu sama sekali tidak melakukan kemaksiatan.

tanya: Hari apa yang paling baik?
jawab: Hari yang baik untukmu adalah hari dimana kamu meninggal dengan keadaan khusnul khotimah.

tanya: Amalan apa yang paling baik?
jawab: Amalan yang paling baik untukmu adalah amalan yang kamu kerjakan dengan ikhlas.

Demikianlah sahabat, telah dijelaskan bahwa kunci kesuksesan adalah ikhlas. Ibadah apapun yang dilakukan dengan ikhlas sudah pasti diterima oleh Alloh SWT. Ada banyak keutamaan orang yang ikhlas, yaitu:

  • segala amalannya diterima oleh Alloh SWT, amiin
  • amalannya dilipatgandakan sampai 700 kali, amiin
  • hidupnya selalu beruntung, karena selalu berbuat karena Alloh, amiin
  • tidak pernah kecewa, sebab orang yang sabar pasti selalu lapang dada dalam menghadapi segala hal, termasuk kegagalan, amiin
  • dan masih banyak lagi

Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara agar bisa ikhlas? Caranya cukup sederhana. Contohlah ilmu air. Air yang semula keruh menjadi jernih, itulah ikhlas (kholis). Layaknya air PAM, air yang semula keruh akan dilakukan penyaringan atau filtering, kemudian ditambah air lagi, disaring lagi, ditambah lagi, dan seterusnya hingga dihasilkan air yang jernih. Sama halnya dengan amalan. Amalan selalu dimulai dari keterpaksaan atau ketidak-ikhlasan. Itu sudah pasti. Lalu, agar bisa mencapai ikhlas, maka tak ada cara lain kecuali kita perbanyak amalan kita, meskipun dengan terpaksa, itu wajar. Yang penting adalah usaha kita untuk ikhlas. Perbanyak dan pertahankan, maka lama kelamaan Anda akan ikhlas karena kebiasaan memperbanyak amalan tersebut.

Sungguh jauh lebih baik, orang yang terus melakukan amal ibadah dengan ketidak-ikhlasan dari pada orang yang tidak beramal ibadah karena takut amalannya tidak ikhlas. Alloh pasti akan menghargai semua amalan yang dilakukan umat-Nya. Semoga bermanfaat, terimakasih.

5 thoughts on “Ikhlas…

  1. allahumma amin cin…hem..btw omong2 soal cholis aku pernah berteman baik dengan someone…tapi saiki dy wes menjauh….huh…….

    ikhlas itu terkadang berat cin…tapi alhamdulillah aku sudah terbiasa sekarang walaupun terkadang sering meneteskan air mata…
    nice artikel..i like it…hemmmm keep on fire bebz

  2. untuk semuanya, terimakasih..
    semoga sifat ikhlas selalu kita miliki dalam segala aktifitas kita,
    mari semangat Ramadhan kali ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi mencapai predikat taqwa di sisi Alloh SWT, amiin..

  3. assalamu’alaikum warohmatulahi wabarokatuh
    wah…wah…ternyata kita sepemikiran yah…
    syukron yah udah nunjukin blog antum ke ane…
    semoga amal dan ibadah kita diperhitungkan oleh Alloh Jalla Jallalluh nantinya
    amin ya robbal alamin
    (worship)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s