Makan

Ketika memasak menjadi suatu rutinitas…

Halo semua. Entah mengapa, akhir-akhir ini,  setiap hari minggu diri ini selalu saja ingin ke dapur. Karena memang ke dapur itu menyenangkan. Siang itu, ditengah panasnya terik matahari siang-siang bulan puasa, aku berbelanja dengan bekal selembar uang lima puluh ribu rupiah dan catatan resep hasil interogasi dari sang mama (baca: mbok). Kali ini aku kangen banget yang namanya bumbu bali masakan mbok. Yang aku masak kali ini adalah bandeng bumbu bali. Sambil menunggu waktu maghrib, aku memasak dibantu oleh Mas Security kantor.

Berikut langsung saja aku tulis bahan-bahannya;

  • Ikan bandeng – 1 kg
  • Kentang – 1 kg
  • Cabe merah – 10 buah
  • Cabe rawit kecil – 15 buah
  • Bawang merah – 3 siung
  • Bawang putih – 3 siung
  • Kemiri – 3 biji
  • Lengkuas – 1 biji
  • Daun jeruk – 5 lembar
  • Garam – 5 sdm
  • Gula – 2 sdm
  • Tomat – 1 buah
  • Air – 5 gelas kecil
  • Air santan – 1 gelas
  • Kecap – 1 sdm
  • Jeruk nipis – 1 buah


Cara masak:

  1. Potong bandeng yang sudah bersih dari sisik, kepala dan empedu, kemudian diamkan dalam air yang diberi perasan jeruk nipis selama kurang lebih 20 menit.
  2. Kupas kentang, potong kemudian cuci bersih.
  3. Goreng kentang dan bandeng sampai matang.
  4. Siapkan bumbu, yakni cabe merah besar dan kecil, garam, gula, bawang merah, bawang putih dan kemiri, uleg hingga halus.
  5. Panaskan minyak lalu tumis bumbu yang sudah halus bersama lengkuas yang sudah dipenyet/diprek hingga berbau harum.
  6. Masukkan air santan, daun jeruk dan 3 gelas air.
  7. Biarkan hingga mendidih kemudian masukkan bandeng dan kentang yang sudah digoreng matang serta irisan tomat.
  8. Tambahkan air lagi kemudian tunggu sampai mendidih.
  9. Tambahkan kecap dan garam secukupnya lalu aduk hingga rata.
  10. Bila daging ikan sudah empuk, masakan sudah bisa diangkat dan disajikan untuk hidangan berbuka.

Bandeng bumbu bali pun jadi. Berikut snapshoot hasil masakan kami yang mulai dari pembelian bahannya merupakan perjuangan:

bandeng bumbu bali
bandeng bumbu bali

Mohon maaf dengan gambar jepretan yang kurang jelas. Ya harap dimaklumi saja wong saya njepret pake kamera handphone yang masih vga, hehe.

Bicara soal perjuangan, masakan ini kutempuh dengan penuh perjuangan. Mulai dari belanja, siang-siang bersama kereta (nama sepedaku, red), aku pergi ke pasar. Mulanya semua berjalan baik. Sorenya kami mulai memasak. Terlebih dahulu kami menyiapkan bumbu-bumbu. Eh, pas pengin mengolah kentang, lha kok kentangnya nggak ada. So, kentangnya ketinggalan di pasar, huwaa. Akhirnya sore itu aku pun bergegas kembali ke pasar menemui penjual kentangnya. Eh, giliran udah sampai ke tempat penjualnya, lha kok yang jualan nggak ada, alias sudah tutup. Dengan berat hati, aku pun membeli lagi kentang di tempat lain. Huh, akhirnya dapet kentang juga.

Perjuangan kami belum usai. Saat kentang dan ikan siap digoreng, sungguh tak diduga, minyak gorengnya habis. Nelangsa deh hati ini. Tapi hal ini tak menyurutkan niat kami. Untung saat itu ada Mas Udin yang lagi nonton tv. Akhirnya setelah kupaksa, beliau berangkat juga tuh beli minyak, hehe. Minyak sudah ada, lancar deh acara memasak kami. Pas semua sudah siap, 5 menit kemudian beduk maghrib berbunyi. “Allohumma lakasumtu” deh. Alhamdulillah.

Kami bertiga pun segera berbuka. Setelah dicoba, ternyata masakan yang penuh perjuangan ini sungguh nikmat. Dari 5 koresponden yang menikmati masakan tsb, kesemuanya bilang enak. Senangnya. Namun, semua hal pasti memiliki kekurangan, begitu juga dengan masakan kami. Ada satu koresponden yang sangat teliti, beliau dengan tegas memberikan kritik bahwa daging ikannya kurang empuk dan bumbunya kurang meresap. Untuk kritiknya aku ucapkan terimakasih. Semoga bisa menjadi cambuk untuk selalu maju. Untuk teman-teman yang nggak ada kegiatan menunggu berbuka, bisa dicoba nih resepnya. Dijamin menyenangkan. Semoga bermanfaat, selamat berpuasa dan terimakasih.

17 thoughts on “Ketika memasak menjadi suatu rutinitas…

  1. aku minta izin nyontek resepnya ya pak koki……..kemaren aku nyobain masakanya enak(gratisssss) hehehehehe
    minggu depan masak apa? jadi penasaran masakan apa lagi yang akan di buat oleh pa koki yang sekarang mulai mahir dalam mengolah makanan………

  2. Ada satu koresponden yang sangat teliti, beliau dengan tegas memberikan kritik bahwa daging ikannya kurang empuk dan bumbunya kurang meresap

    Nah menurutku sih iya..ikannya kalo goreng harus bener2 matang cin .Kalo bandeng sih agak susah buat meresapin bumbunya..kadang2 rasane hambar cin.Coba ganti ikan lain aja.Melihat snapshot masakanmu aku sangat ga yakin masakanmu enak deh.Wong ga karuan gitu.Bilang aja ikan sayur santan,,,,ndak usah pake Bali2an….

    Aku setelah melihat hasil masakanmu jadi ilfil sumprit ilfil atene masak cin.Koyoke sek enak masakanku deh cin..meskipun nasi goreng hulahop.Karena gorengnya pantatnya sambil beradu dengan mama,,,,HAHahahhahahahaha

  3. sebelum direndem, ikannya dicuci bener2 bersih, biar nggak ada sisa2 amis laut

    trus ikannya kasih sayatan2 di dagingnya, biar waktu direndem jeruk nipis lebih mudah meresap, dan waktu dimasukin ke bumbu tumis gampang meresap juga

    *gak tau nih info bermanfaat apa nggak*

  4. wah wah,
    andyan ternyata lebih faham nih mengenai sayatan-sayatan😀

    terimakasih yan, infonya manfaat sekali😀
    kapan bisa jadi koki tamu di dapur saya??😀

  5. @chokoreeto alias ayam : namamu kok berubah?
    btw kapan ke depok? jare januari, iki wes februari om! kalaupun dateng bulan ini, seribu maaf, tak ada jamuan apapun untukmu! lagi seret nih! justru Andalah yang seharusnya membawakan saya upeti! hahaha~

  6. hahaha..
    masih ada banyak bulan untuk menjamuku anak muda..
    aq disana kalo g akhir februari ato awal maret cin..

    persiapkan anggurnya anak muda.😀

    itu blog baru gw cin..😀 haha

    “tamu itu hrus dijamu dengan baik”

    1. agaknya nggak rutin lagi bung, mengingat sekarang kan ikut sesuatu organisasi yang hampir-hampir tidak memberi kesempatan waktu luang untuk memasak :p #soksibuk

      1. wkwkwkw, kesane kok koyo aku aktif banget ngono, padahal sik yo letoy, wkwkwk!:mrgreen:
        terakhir masak 2 hari yg lalu, masakin sarapan istri yg sedang istirahat total pasca dirawat di rumah sakit :”>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s