Kalbu

Sebelum menjadi Rosul…

Melanjutkan artikel tentang tujuan hidup ini, wajib kita ketahui kisah hidup kekasih Alloh, dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas kisah sebelum Muhammad diangkat menjadi Rosul, mulai dari lahir hingga usia 40 tahun.

Ada 5 hal penting yang oleh Alloh disebut-sebut dalam kisah Nabi Muhammad SAW, antara lain adalah:

  1. Seorang anak yatim
    Muhammad terlahir sebagai anak yatim. Alloh telah mengambil ayahnya ketika Muhammad berada dalam kandungan sang ibu. Dan begitu terlahir, Muhammad dijauhkan dari ibunya dengan cara dititipkan di Bani Sa’d. Dan ketika kembali kepada sang ibu, tak lama kemudian ibunda Muhammad, Siti Aminah telah diambil oleh Alloh. Muhammad pun hidup bersama kakeknya, Abdul Muthalib, yang tak lama kemudian juga diambil Alloh. Lengkap sudah kesendirian Muhammad yang saat itu masih kanak-kanak. Lalu, hikmah apa yang bisa kita ambil? Di masa kanak-kanak tentu kita butuh tempat mengadu, yang biasa kita kenal adalah orang tua. Entah ibu ataupun ayah. Ketika sedih atau pun senang, seorang anak pasti akan bercerita dan mengadu kepada keluarga terdekat. Tapi Muhammad? Ayah, ibu, bahkan kakek yang menjadi keluarga dekat beliau telah diambil oleh Alloh. Apa sebenarnya keinginan Alloh?

    Seorang anak-anak selain membutuhkan tempat mengadu, pastilah membutuhkan seorang figur sebagai contoh. Seorang figur yang akan membentuk kepribadian dan watak anak tersebut. Tapi Muhammad? Di sinilah tujuan Alloh. Alloh tidak sembarang menunjuk orang yang akan menjadi utusanNya. Alloh tidak ingin ada celupan selain celupan dariNya. Untuk itulah Alloh mengambil orang-orang yang berkemungkinan untuk memberi celupan kepada Muhammad. Sebagai seorang anak yang saat itu tidak punya tempat mengadu, hanya ada satu kata yang keluar dari mulut beliau, “Ya Robb!” Dan Alloh selalu menempatkan Muhammad dalam kondisi terdesak, sehingga beliau selalu memohon kepada Alloh.

    Hal tersebut memberi arti bahwa Muhammad langsung dibentuk oleh Alloh. Alloh-lah yang memberi celupan kepada Muhammad. Setiap doa Rosululloh Muhammad SAW akan dikabulkan Alloh karena dalam hal apapun, beliau selalu mengikutkan Alloh sebagai satu-satunya tempat berpegang. Masa kecil seperti inilah yang diinginkan oleh Alloh. Watak polos dan selalu merasa bodohlah yang menjadikan Muhammad tempat yang cocok menerima wahyu Alloh berupa Firman Alloh, yakni Al Qur’an.

    Satu pelajaran lagi, inti dari Al Qur’an adalah La ilaha ilalloh muhammadur rosululloh yang merupakan tujuan hidup kita. Banyak dari kita sulit menerima dan mengerti isi kandungan dari Al Qur’an itu sendiri. Kenapa? Karena banyak dari kita merasa sombong. Merasa telah mengerti dan merasa bahwa Al Qur’an ini bukan untuk kita. Ancaman, siksaan dan neraka adalah diperuntukkan bukan untuk kita, tapi untuk orang kafir, munafik, fasik, dll. Kita telah merasa bahwa surga dan nikmat sajalah yang diperuntukkan kepada orang beriman, orang beruntung, dan orang tersebut adalah kita. Maka sudah barang tentu ilmu Al Qur’an tidak dapat masuk ke dalam diri kita. Maka “menjadi yatim” inilah poin penting dalam memahami Al Qur’an. Berpikirlah bahwa Anda tidak punya siapa-siapa di dunia ini. Anggap bahwa Andalah satu-satunya orang yang hidup di dunia ini. Maka kepada siapa lagi neraka Alloh diperuntukkan? Kepada siapa lagi ayat-ayat Alloh berupa ancaman dan siksa pedih ini diperuntukkan? Kepada siapa lagi? Hanya dengan “merasa yatim”-lah, ilmu Al Qur’an akan masuk. Hanya merasa menjadi gelas kosonglah air akan dapat masuk secara maksimal. Dan inilah watak yang dimiliki Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat Nabi.

    Sebelum Anda mengadu kepada ayah, ibu, suami atau istri, mengadulah kepada Alloh SWT. Sebelum Anda meminta pertolongan kepada ayah, ibu, suami atau istri, bahkan tetangga dan perusahaan dimana Anda bekerja, mintalah terlebih dahulu kepada Dzat yang maha kaya, dzat yang maha pengasih, yang maha terpuji. Dialah Alloh yang maha kaya yang kekayaanNya tidak akan berkurang seberapapun yang kita minta. Dialah Alloh yang maha pengasih, sebelum kita meminta, Alloh sudah memberi begitu banyak rizki kepada hambaNya, baik berupa kesehatan maupun harta dan keluarga. Dan pelajaran ini haruslah ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak kita, kepada generasi penerus kita. Saat kita memberi makan atau mainan kepada si kecil, bilang bahwa apa yang kita beri datangnya dari Alloh. Dan ketika si kecil merengek minta dibelikan sesuatu, suruhlah si kecil untuk sholat, memohon kepada Alloh agar diberikan rizki yang lebih kepada kita selaku orang tua agar dapat membelikan apa yang si kecil minta. Ajarkan ini kepada anak-anak kita, Sahabat!

  2. Seorang penggembala kambing
    Masih di masa kanak-kanak, Muhammad adalah seorang penggembala kambing. Lalu seberapa pentingnya menjadi penggembala kambing? Tentu menjadi penggembala kambing adalah salah satu pelajaran Alloh yang harus ditempuh oleh Muhammad sebelum menjadi Rosul. Menjadi penggembala merupakan pelajaran penting terkait dengan berlatih menjadi pemimpin, melatih kesabaran, keuletan dan masih banyak lagi. Bahkan Nabi Musa sekalipun menjadikan profesi penggembala kambing selama 10 tahun sebagai mahar ketika menikah dengan putri Nabi Syuaib.
  3. Seorang pedagang
    Setelah menjadi penggembala kambing, di usia 12 tahun Muhammad ikut berdagang. Mengapa menjadi pedagang? Kenapa bukan petani? Menjadi pedagang adalah profesi yang membutuhkan kerja otak. Ya memang semua profesi menggunakan otak, namun berdagang mengharuskan si pedagang memiliki otak yang cerdas, cermat dan pandai melihat peluang. Dan itulah yang dimiliki Rosululloh Muhammad, SAW.
  4. Menikahi seorang janda
    Muhammad menikah di usia 25 tahun. Dan wanita yang menjadi istri pertama Muhammad adalah Khodijah, 40 tahun, seorang janda. Janda yang sudah 2 kali menjanda. Namun bukan berarti kita, kaum Adam harus menikah dengan janda. Karena Rosul sendiri menganjurkan untuk menikah dengan gadis perawan.
  5. Berkhalwat di Gua Hiro
    Berkhalwat menurut bahasa berarti berduaan. Lalu, berduaan dengan siapa Muhammad di Gua Hiro? Berdua dengan Alloh. Karena sejatinya kita tidak pernah sendiri. Dialah Alloh yang maha melihat, maha mendengar, yang mengawasi gerak gerik kita. Gua Hiro merupakan tempat suci dan bersejarah, karena di sinilah awal mula, pertama kalinya Muhammad bertemu dengan malaikat jibril, diangkat menjadi Rosul dan menerima wahyu berupa ayat Al Qur’an, yang pastinya kita semua sudah familiar. Yakni QS Al Alaq [96:1-5] yang diawali dengan kalimat, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”. Tahukah sahabat? Ketika jibril berkata, “Bacalah!”, maka Nabi Muhammad menjawab, “Tidak! Aku tidak bisa membaca.” Memang pada saat itu Rosululloh tidak bisa baca tulis, karena tidak pernah menempuh pendidikan belajar. Inilah bukti yang menguatkan bahwa Al Qur’an memang benar-benar murni dari Alloh SWT.

Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf, karena saya sadari masih banyak kekurangan pada artikel ini. Masukan sangat saya harapkan. Semoga dengan mengetahui sejarah, masa dimana Nabi Muhammad belum menjadi Rosul tersebut, banyak hikmah yang dapat kita serap. Karena bagaimana pun, sejarah memiliki arti penting bagi kehidupan sekarang ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai Rosul dan mencintai Rosul dengan cara mengamalkan sunnah Rosululloh SAW. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Advertisements

One thought on “Sebelum menjadi Rosul…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s