Kalbu

Jangan ada rasa syirik terhadap Alloh…

Wahai sahabat, jangan ada rasa syirik sedikitpun kepada Alloh!

Dalam hidup, ada waktu lampau, sekarang dan yang akan datang. Dalam waktu lampau, sahabat pasti pernah merasakan yang namanya kecewa kan? Sahabat pasti pernah merasakan kecewa yang amat sangat kecewa kan? Sahabat pasti pernah merasakan juga kekhawatiran yang teramat sangat, bukan? Sahabat pasti pernah merasakan sakitnya dikhianati yang paling sakit? Dan ternyata sahabat masih hidup kan sekarang? Dan ternyata sahabat telah berhasil melaluinya, bukan? Itu berarti, untuk tidak kecewa akan lebih mudah, bukan? Untuk tidak sakit karena kecewa dan rasa dikhianati pasti lebih mudah kan? Untuk tidak khawatir pastinya lebih mudah kan? Itu semua karena kita pernah melaluinya. Jadi, untuk menjalani hidup sekarang dan yang akan datang, pastinya mudah bukan untuk tidak merasa khawatir, kecewa dan sakit hati?

Sahabat, hanya ada satu solusi untuk tidak merasakan semua itu. Yakni pasrahkan diri secara total kepada Alloh. Hasbunalloh wa ni’mal wakil, “Cukuplah Alloh (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung” – QS Ali Imran [3:173]. Jadikanlah Alloh sebagai satu-satunya penolong kita! Hanya satu-satunya! Tidak ada yang lain! Tidak ada sekutu bagiNya! Tidak ada kesyirikan terhadapNya!

“Ingatlah wali-wali Alloh itu, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” – QS Yunus [10:62]. Apa maknanya? Bahwasanya untuk menjadi wali Alloh, kekasih Alloh, tidaklah sulit. Hanya dengan berpasrah diri kepada Alloh, dengan sendirinya kita tidak akan merasa takut dan bersedih hati. Karena apa pun yang terjadi, tak lain adalah ketentuan Alloh kepada dirinya. Maka tidak ada yang perlu ditakutkan dan disedihkan. Semoga kita bisa menjadi wali Alloh dengan tidak merasa takut dan sedih dengan hidup kita.

Dalam hidup, ada 2 pilihan. Beriman, atau tidak beriman. Mari kita bandingkan, antara orang yang beriman dan yang tidak!

  • Orang beriman, sebagai contoh Nabi Ayub, yang diuji berupa sakit yang amat sangat, bahkan bertahun-tahun. Namun beliau masih sanggup berdiri dan berjalan. Adakah diantara manusia yang sakitnya melebihi sakit Nabi Ayub AS? Adakah manusia yang tidak beriman yang mendera sakit sampai-sampai seluruh hidupnya hanya bisa berbaring di ranjang tanpa sanggup berjalan, berdiri, bahkan duduk sekalipun? Jawabannya : ADA!
  • Orang beriman, sebagai contoh Siti Maryam, yang diuji dengan fitnah keji karena mengandung bayi tanpa suami. Dan melahirkan anak tanpa ayah. Saat ini, adakah manusia yang seperti itu? Adakah manusia yang tidak beriman dengan keadaan mengandung bayi tanpa suami? Jawabannya : BANYAK!
  • Orang beriman, sebagai contoh Nabi Nuh. Yang anak bahkan istrinya tidak mau patuh beribadah kepada Alloh dan tidak mau mengikuti Nabi Nuh dalam beriman kepada Alloh. Dan apakah cobaan berupa istri dan anak yang durhaka seperti ini ada? Jawabannya: BUKAN SAJA ADA, TAPI BANYAK!

Ini membuktikan bahwa cobaan antara seseorang yang beriman dan yang tidak beriman adalah SAMA. Karena Alloh telah jelas dalam firmannya: “Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Alloh; dan barang siapa beriman kepada Alloh, niscaya Alloh akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Alloh maha mengetahui sesuatu.” – QS At Tagabun [64:11]. Bahwasanya Alloh menguji setiap umat manusia tanpa kecuali. Baik itu orang yang beriman maupun tidak. Semakin tinggi iman seseorang, maka semakin tinggi pula ujian dan cobaan yang menimpanya. Namun jangan diasumsikan orang yang beriman lebih banyak dicoba dan diuji dibanding orang yang tidak beriman, sehingga Anda memilih sebagai orang yang tidak beriman.

Bisa dibilang, justru orang berimanlah yang ringan cobaan/ujiannya. Kenapa? Karena orang yang beriman bila mendapatkan masalah, ujian maupun cobaan, mereka akan mengembalikan masalah tersebut kepada Alloh. Sehingga cobaan dan ujian tidak terasa berat. Inilah yang seharusnya kita lakukan.

Banyak diantara kita, ketika sakit misalnya. Apa yang sahabat ingat pertama kali? Dokter, ataukah Alloh? Sebagian dari kita pasti langsung ingat kepada dokter. Padahal, siapa sih yang memberi sakit? Siapa pula yang memberi kesembuhan kepada kita? Tak lain dan tak bukan, Dialah Alloh sang pemberi penyakit beserta obatnya. Dialah Alloh, Maha Penyembuh dari segala macam sakit. Maka sudah sepantasnya kita jadikan Alloh sebagai satu-satunya penolong kita. Hal inilah yang perlu kita ajarkan kepada anak, istri dan kerabat kita. Jangan sampai syirik merasuk dalam sikap dan jiwa kita sedikitpun itu.

Sahabat, sebenarnya hanya sedikit, perbedaan antara kita dengan Rosululloh. Apa itu? Rosululloh sedikit makannya, sedang kita sedikit sedikit makan, sedikit sedikit makan. Rosululloh sedikit tidurnya, sedang kita sedikit sedikit tidur, sedikit sedikit tidur. Rosululloh sedikit sedikit infaq, sedikit sedikit infaq, sedang kita sedikiiit infaqnya. Rosululloh sedikit sedikit sedekah, sedikit sedikit sedekah, sedang kita sedikiiit sedekahnya. Masya Alloh.

Lalu, apa yang harus kita lakukan demi menjaga dari rasa syirik dan senantiasa membersihkan diri kita? Apakah dengan sholat malam? Apakah dengan puasa senin kamis? Jawabannya : TIDAK! Kita tidak akan bisa menyucikan diri dengan usaha kita sendiri. Karena Alloh tidak akan membersihkan hati kecuali atas kehendakNya. Maka senantiasalah berdoa dan memohon agar kita dijaga dan dibersihkan dari kotoran dan keburukan.

Bicara mengenai cobaan, tahukah sahabat bahwa anak adalah cobaan bagi orang tuanya, dan dikala dewasa, orang tualah yang menjadi cobaan bagi mereka. Masya Alloh. Semoga di usia tua nanti, kita tidak menjadi cobaan bagi anak-anak kita, karena tidak semua anak sanggup memikul cobaan berupa orang tua. Lalu bagaimana mengantisipasinya? Selalu ajarkan ilmu tauhid. Ajarkan kemandirian semenjak kecil. Ajarkan bahwa orang tua bukanlah pegangan. Hanya Alloh lah satu-satunya pegangan hidup dan mati. Sehingga bila orang tua meninggal, anak sanggup menerima kenyataan dan tetap teguh. Yang ditakutkan adalah ketika anak masih menjadi tanggungan orang tua, namun suara mereka lebih tinggi dibanding orang tuanya. Naudzubillah. Karena itu, kenalkanlah Alloh kepada anak sedini mungkin. Karena Rosululloh mengatakan, “Awaluddin ma’rifatulloh”, yang artinya awal mengenal agama adalah mengenal Alloh.

Tak bosannya sang penulis ingatkan, jauhkanlah diri kita dari yang namanya syirik kepada Alloh, sedikitpun. Karena itu, siapkah sahabat menyucikan diri? Siapkah sahabat menyerahkan diri secara total kepada Alloh? Silakan sahabat jawab. Ashadu’ala ilaha illalloh wa’asyhadu’anna muhammadar rosululloh!

Advertisements

6 thoughts on “Jangan ada rasa syirik terhadap Alloh…

  1. Assalamu’alaikum warohmatulahi wabarokatuh niko,,,
    yupz,,saya sudah siap *insyaalloh*
    benar kita harus menyembah kepada Alloh Azza Wajalla dan jangan sampai sekalipun kita menyekutukanNya walaupun hanya sekejap mata.
    Aku suka dengan kata-katamu yang “…sedang kita sedikit sedikit tidur, sedikit sedikit tidur.”…*itu kaya aku ajah*
    hahahaha
    jadi malu saya (blush)

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarakhatuh akhi yogi,
      sukron atas waktunya bisa mampir dan komen di postingan saya.
      Kata-kata tsb ana dapat dari pengajian bulanan di kantor tempat ana bekerja. Unik memang, namun itu kenyataan sepertinya 😀
      Semoga bermanfaat akhi, ada tambahan? Jangan sungkan untuk menambahkan bila dirasa kurang.

  2. (Lalu, apa yang harus kita lakukan demi menjaga dari rasa syirik dan senantiasa membersihkan diri kita? Apakah dengan sholat malam? Apakah dengan puasa senin kamis? Jawabannya : TIDAK! Kita tidak akan bisa menyucikan diri dengan usaha kita sendiri. Karena Alloh tidak akan membersihkan hati kecuali atas kehendakNya. Maka senantiasalah berdoa dan memohon agar kita dijaga dan dibersihkan dari kotoran dan keburukan.)….
    kalo bisa coba analisa lebih dalam …menurut pemahaman saya agak nya ada yg kurang pas kalo kita kaitkan dengan hablumminallah dan hablumminannas,…yang pada akhirnya condong di satu sisi semata sehingga pada klimaksnya melupakan kehidupan yang lain ,Wallahu a’lam

  3. .penulis sok tau nh.y udh pokkny nant kalw pnulis atw keluarga pnulis ada yg sakit parah udh kronis..suruh aja diem drumh pasrah ma Allah ampe pnykt itu sndri,.!!! .. Klw sya te2p k dokter lah..ALLAH udh nyiptain otak ,,jd otak lh yg bkin rencna.harus d apain kalw org sakit,.org skit yg k dokter., pmahaman yg bodoh kalw *skit dsuruh pasrah aj .trus ga blh pcy dokter yg bkin smbuh..y jelas dokter yg nymbuhn !? Lwt obt…obt dbuat dr ap .dr alam yg nyiptain Allah.., jd allah udh ngash kuasa ma dokter bwt jd wali ny dlm nymbuhn org skt,..,.jgn cma pasrah aj !!…benahn diri sndri dlu ..ga ush sok ngmgn sirik..thx.

    1. Terimakasih atas komentarnya 😀
      Sepertinya Anda kurang tepat dalam memahami maksud artikel ini. Mengingat Alloh bukan berarti hanya pasrah dan diam tanpa melakukan sesuatu lho ya? Maksud dari mengutamakan Alloh dalam segala hal, termasuk saat sakit misalnya, ini mengandung makna bahwa kita haruslah ingat kepada Alloh, meminta kesembuhan sambil berusaha, berikhtiyar mencarikan obat dan bertanya kepada ahli pengobatan. Namun jangan sampai menggantungkan sepenuhnya kepada dokter.

      Memang otak dan akal diciptakan untuk membantu manusia dalam berpikir, namun jangan sampai kita mengagungkan otak secara berlebihan. Karena otak hanyalah ciptaan.

      Untuk saran membenahi diri sendiri, insya Alloh saya senantiasa berusaha untuk itu, karena memang kita diharuskan menjaga iman kita dengan salah satunya selalu membenahi diri, terimakasih atas sarannya. Satu hal yang perlu diketahui, bahwa seburuk apapun diri kita, bila kita mengetahui hal yang baik, hendaknya disampaikan. Saya yakin itu akan bermanfaat bagi orang lain, insya Alloh. Jadi, meski saya seorang yang masih awam dalam agama, namun saya berusaha untuk menyampaikan materi yang saya pahami dalam suatu majelis, termasuk artikel ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diberi petunjuk dan selalu dalam bimbingan Alloh. Amiin, amiin, amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s