Kalbu

Hati yang khianat…

Marhaban Ya Ramadhan! Alangkah bahagianya hati setiap muslim saat bulan penuh rahmat dan ampunanNya datang. Bulan dimana masjid akan ramai dan asma Allah banyak disebut. Ya, Ramadhan datang. Amalan yang spesial dan wajib tentu puasa Ramadhan.

Jika seseorang ingin mencari tahu dalil atau landasan hukum dalam berpuasa Ramadhan, pastinya langsung membuka QS. Al Baqarah ayat 183 sampai dengan ayat 187. Disana terdapat perintah berpuasa (ayat 183, 185), keringanan untuk berbuka dan menggantinya di hari lain bagi orang yang sakit dan bepergian (ayat 184, 185), membayar fidyah bagi orang yang tidak berkemampuan untuk puasa (ayat 184, 185), kebolehan bersenggama terhadap suami/istri di malam harinya (ayat 187).

Namun tahukah sahabat, ada 1 ayat yang sama sekali tidak membicarakan puasa? Padahal ayat-ayat yang berdekatan dengannya adalah ayat-ayat yang menjelaskan tentang puasa. Ayat tersebut adalah ayat 186, yang terjemah Indonesianya adalah:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” – TQS Al Baqarah [2:186]

Sebagian besar kita pasti sering mendengar ayat ini. Benar, Allah berfirman kepada Rosulullah Muhammad Sholallohualaihi wasalam tentang jawaban atas pertanyaan umat mengenai keberadaan Allah. Benar, Allah itu dekat. Dan Allah pasti mengabulkan doa orang-orang yang berdoa kepadaNya. Di ayat ini Allah juga berpesan kepada kita agar senantiasa beriman kepadaNya dan senantiasa pula berada dalam kebenaran. Tentu kebenaran dari sudut pandang islam.

Ada kisah menarik yang perlu diambil hikmahnya, ketika datang seseorang menghadap khalifah Umar bin Khathtab Rodhiallahu’anhum. Orang tersebut bertanya yang kurang lebih, “Wahai amirul mu’minin, mengapa Allah tidak mengabulkan doa saya? Bukankah dalam Al Qur’an sendiri Allah berjanji akan mengabulkan doa siapa saja yang memohon kepadaNya?”

Umar bin Khathtab kembali bertanya, “Apakah engkau benar-benar beriman kepada Allah?” Orang tersebut menjawab, “Ya!”

Menanggapinya, Umar bin Khathtab balik bertanya, “Apakah engkau berdoa dengan sungguh-sungguh?” Orang tersebut menjawab, “Ya!”

Umar kembali lagi bertanya, “Apakah engkau percaya dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doamu?” Orang tersebut menjawab, “Ya!”

Kemudian Umar berkata, “Barangkali hatimu khianat. Memang benar, engkau beriman, bersungguh-sungguh dalam berdoa, namun ketahuilah bahwa syarat dikabulkannya doa ada dua, yakni iman dan selalu berada dalam kebenaran. Mungkin engkau memenuhi syarat yang pertama, namun engkau lupa akan syarat kedua, bahwasanya kita harus senantiasa dalam kebenaran. Kebenaran untuk menjalankan semua perintah Allah, dan menjauhi segala larangan Allah. Jika kamu bersungguh-sungguh berdoa namun tidak menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya, maka hatimu sedang berkhianat.”

Sebelum lebih jauh bercerita, sekedar informasi bahwa kisah ini saya dapat dari majelis ilmu yang diadakan di tempat kerja saya beberapa hari lalu. Sehingga kurang lebihnya mohon dimaafkan. Saya berharap tidak mengurangi atau bahkan membiaskan makna dari kisah tersebut.

Hati yang khianat, adalah hati yang dimana kita benar-benar merasa beriman namun belum berada dalam kebenaran seperti yang tersurat dalam ayat tersebut di atas. Memang benar kita beriman, namun kita tidak menjalankan semua perintah Allah, termasuk di dalamnya menjalankan hukum Allah (syariat Allah, hukum syara’). Juga tidak meninggalkan larangan-larangan Allah. Kesimpulannya beramar ma’ruf nahi mungkar.

Maka dari itu, sudah sebaiknya, sepatutnya, seharusnya kita benar-benar dalam kebenaran, beramar ma’ruf nahi mungkar, bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Ittaqullah, ittaqullah haqqo tuqotihi. Dan sesuai QS Al Baqarah ayat 183, puasa Ramadhan inilah takwa yang sebenar-benarnya merupakan tujuan.

Akhir kata, bersama artikel ini saya mengucapkan selamat datang bulan Ramadhan, selamat bergembira bagi sahabat sekalian, selamat berpuasa, selamat menjalani gemblengan takwa, dan jangan kendor untuk berdakwah. Ingat, di bulan Ramadhan banyak kemenangan-kemenangan yang diraih kaum muslim dalam peperangan dan kita berharap semoga pertolongan Allah berupa kemenangan tegaknya syariah dalam bingkai khilafah akan kita raih pula di bulan ini, Allahuakbar!! Semoga bermanfaat, mohon maaf dan terimakasih.

2 thoughts on “Hati yang khianat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s