Pengalaman

Alhamdulillah, khithbah saya diterima…

A: “Kedatangan kami kemari adalah untuk mengkhithbah atau melamar Mbak Fulanah untuk saudara kami, Mas Fulan. Bagaimana tanggapan dari pihak Mbak Fulanah?”
B: “Kami, sebagai pihak keluarga Fulanah menyerahkan sepenuhnya kepada Fulanah. Apabila Fulanah menerima, kami pun turut menerima.”
A: “Jadi bagaimana, Mbak Fulanah?”
C: “Saya terima lamaran Mas Fulan.”
SEMUANYA: “Alhamdulillah~”

Alhamdulillah, alhamdulillahi rabbil’alamin. Dialog tersebut kurang lebih adalah dialog yang dialami saat prosesi lamaran, atau khithbah dalam bahasa gaulnya. Dengan penyamaran nama saya sebagai Fulan, dan nama akhwat yang saya khithbah sebagai Fulanah.

Kurang lebih dua jam perjalanan kami tempuh, pagi itu. Minggu, 3 Juli 2011, bertepatan dengan 1 Sya’ban 1432H. Ini merupakan proses tindak lanjut dari ta’aruf yang 4 hari sebelumnya kami lakukan. Lagi-lagi saya tidak sendiri, saya membawa pasukan dari Kalibata menuju Balaraja yang terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 1 wanita dewasa dan 3 anak-anak. Rame, kan?

Sehari sebelumnya, saya berburu doa dan ridho dari beberapa orang terdekat, seperti simbok dan bapak saya, simbah dan adik-adik saya, juga beberapa teman saya. Berharap dengan bekal ridho dan doa ini, pihak akhwat akan berubah pikiran, yang semula menolak menjadi menerima, hahaha. Enggak kok, becanda. Tetap, apapun keputusannya, saya yakin ini yang terbaik menurut Allah. Dan tentu baik untuk saya sebagai hambaNya.

Proses ta’aruf (kenalan) menuju proses khithbah (lamaran) saat itu adalah 4 hari. Ini yang membuat banyak orang terdekat saya merasa aneh, terutama bapak saya. Saya mengerti, kegundahan orang-orang yang menyayangi saya ketika bertanya, “Kok cepat sekali? Sudah dipikir bener-bener? Sudah kenal berapa lama? Kenal dimana? Yakin?” Namun inilah kesempatan saya menjelaskan tentang penjajakan pernikahan dalam pandangan islam.

“Sudah pacaran berapa lama, cuy?”, tanya seorang teman kepadaku. “Oh, saya nggak pacaran, alhamdulillah! Kalau mau nikah mah nikah aja”, tandasku.

Saya tidak akan menjelaskan lagi tentang haramnya pacaran, karena pada tulisan saya yang sebelumnya sudah cukup jelas.

Alhamdulillah, simbok dan bapak meridhoi saya. Bahkan dari awal memang simbok lah yang menyemangati saya. Dan alhamdulillah, atas izin Allah, khithbah saya diterima oleh sang akhwat dan keluarganya. Jangan tanya kenapa dan apa yang membuat sang akhwat tersebut mau menerima pinangan saya, ya! Soalnya, saya sendiri belum menanyakan hal tersebut, hehe. Tapi juga jangan tanya, kenapa dan apa yang membuat saya yakin untuk meminang beliau.

Setelah mendapat jawaban dari pihak akhwat, yang harus dibicarakan selanjutnya adalah tanggal pernikahan, konsep acara pernikahan dan mahar atau maskawin yang diminta oleh sang akhwat. Saat mendengar jawaban dari sang akhwat mengenai mahar yang dipintanya, saya semakin yakin, bahwa beliau adalah wanita sholiha. Kenapa? Karena beliau mengamalkan hadist Rosul:
β€œWanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” – HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi

Ya, beliau meringankan maharnya. Beliau meminta sebuah buku dan cincin emas yang gram dan kadar/karatnya terserah saya. Buku yang diminta tersebut berjudul “Fiqih Wanita” karya Syeikh Ibrahim Muhammad Al-Jamal tahun 1981, cetakan ke-25: Oktober 2008, penerbit: Asy Syifa. Awalnya saya pikir sulit untuk mendapatkan buku itu, namun Allah dengan kuasaNya memudahkan. Dengan adanya teman dan internet, dengan mudah dan cepat buku tersebut bisa didapat. Dan alhamdulillah, mahar sudah lengkap saya dapatkan tak lebih dari 2 minggu setelah khithbah. Dalam pencarian mahar ini, banyak pihak yang terlibat. Kepada yang telah membantu, saya ucapkan terimakasih.

buku dan cincin emas

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan nikmat dan kemudahan dalam proses menuju penggenapan dien ini. Sholawat salam kepada uswah kita, Rosulullah Muhammad Sholallahu’alaihi wasalam. Terimakasih kepada pembaca yang sudi meluangkan waktunya. Mohon doanya, insya Allah tentang persiapan teknis pra nikah dan dokumen administrasi KUA akan saya bagi di kesempatan mendatang. Semoga bermanfaat.

Advertisements

33 thoughts on “Alhamdulillah, khithbah saya diterima…

  1. barakallahufiik wa fiik barakallah… senang sejali rasanya kawan plurker sudah tinggal selangkah lagi dalam gerbang sesuatu yang sangat agung..

    ..kapan akadnya? hehe..

    …klo syawal.bararti di siapkan yah..baca” buku..terutama buku tentang bagaimana membina rumah tangga di awal pernikahan.. πŸ˜‰

    1. Alhamdulillah, syukron jzk doanya ya om. Akad insya Allah tgl 3 September 2011. Buku-buku tentang nikah dan rumah tangga udah ada nih beberapa. Tapi masih kurang πŸ™‚

  2. waaaahhh selamat *bacanya jadi terharu* selamat selamat. semoga dimudahkan jalan menuju hari ‘H’ nya πŸ˜€

    @papa bom2 memberikan wejangan sebagai pihak yg sudah berpengalaman (ninja)

    1. Allahumma amiin, tararengkyu doanya. Bisa dateng nggak pas hari H-nya? *berharap*
      perlu banyak berguru kepada yg lebih berpengalaman memang *lirik om bombom

    1. Syukron jzk, mohon doanya ya, ini terus melobi tuan rumah agar pelaksanaan hari H benar-benar sesuai syariah. Pasti menular kok, ada samplenya soalnya, ehehe~ Yang sudah sanggup ya monggo disegerakan :p

  3. oooo.. jadi ini wujud bukunya.. πŸ˜€
    tinggal menghitung hari khi.. ishbiir..
    semoga dimudahkan.. πŸ™‚
    afwan jiddan ana g bisa datang ya khi.. ikut mendoakan saja πŸ™‚

      1. walah,
        kok tekape uadoh yo pak,
        nang jateng yo?

        kiro2 malang kono pirang jam yaa?

        sangat berminat untuk hadir,
        tp ketok’e ayas pas onok kewajiban nunggoni arek2 reuni ndek malang.
        😦

      2. oh, ndak opopo kok, aku maklum. opomaneh kan arek2 duwe gawe reunian, dadi yo dongane thok sing teko nggih, mboten punapa, kula malah seneng, soale donga pas wulan romadhon lak dihijabah kaliyan Gusti ingkang Moho Kuwaos, amiin.. lek dideleng nang google map sih, kediri – tkp wae 6 jam bos, lek malang yo iso luweh adoh, kan liwate mediun jee πŸ˜€

  4. dadi penasaran,
    kok iso yakin ngono seh brow?

    u don’t event know her,
    atau ada something sing nggarai sampean yakin?

  5. masih kecewa karena gak bisa dateng di acara lamaran maupun akad apalagi resepsi 😐
    dan nggak bisa dateng juga di acaranya putri 😐
    *merasa nggak berguna*

  6. seLamat seLamat seLamat..
    BarakALLAH…

    jd senang sekali membaca kisah kalian…
    sungguh indah,, ^_^
    ga bisa berhenti senyum tapi ada perasaan ingin nangis saking indahnya,,,

    untuk mba nya,,juga selamat yah..
    smoga diberi anak yg soleh n solehah,,mashaALLAH..

    betul betul kabar gembira… πŸ˜€

    1. Anti sudah nikah, blm? Kalau belum, semoga bisa menyusul ya! Menyusul untuk memberikan kisah yang jauh lebih menarik dari kisah kami πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s