Pengalaman

Mengurus dokumen administrasi nikah…

Langkah berikutnya setelah ta’aruf dan khithbah (meminang) adalah persiapan administrasi nikah. Pada dasarnya, dalam islam, syarat-syarat pernikahan cukup sederhana; yakni adanya mempelai laki-laki dan perempuan (yang diketahui bukan mahrom, tidak sedang dalam pinangan laki-laki lain, tidak sedang berihrom/berhaji/umroh), adanya wali dari mempelai perempuan, 2 orang saksi laki-laki yang adil, akad nikah, serta mahar/mas kawin, sudah cukup. Namun, agar pernikahan itu memiliki pertanggung jawaban yang kuat, serta mudah dalam kepengurusan surat-surat administrasi warga negara, maka pencatatan nikah menjadi penting. Bukti pencatatan nikah tersebut adalah diterbitkannya buku nikah. Di kesempatan ini saya mencoba berbagi info tentang administrasi pra dan pasca pernikahan yang saya alami.

Pra pernikahan

Kasus yang saya alami adalah, bahwa saya dan istri saya berbeda provinsi. Dan karena akad nikah pasti 1 kali dalam 1 pernikahan, 1 tempat, maka ada 2 pilihan: salah satu mempelai meminta surat numpang nikah, atau salah satu mempelai melakukan perpindahan tempat (domisili). Pertimbangan yang menurut saya lebih baik adalah salah satu mempelai melakukan perpindahan tempat. Mengingat pasca menikah akan ada beberapa surat yang akan mudah diproses apabila keduanya berada dalam 1 domisili. Memang lebih ribet ketimbang meminta surat numpang nikah, namun manfaatnya akan dirasakan nanti. Yakni ketika lahirnya sang buah hati, kepengurusan akta kelahiran akan mudah.

Secara sederhana, proses administrasi pra nikah yang saya alami sebagai mempelai laki-laki adalah sbb: [download tabel adm-pra-nikah.pdf]

Bagi sahabat yang ingin melihat contoh nyata dokumen-dokumen pra nikah saya bisa didownload di: doc-pra-nikah-lengkap. Namun mohon maaf, karena filenya berupa hasil scan dari fotokopian. Yang asli keburu diserahkan ke kantor instansi terkait. Semoga tidak mengurangi manfaatnya. Mau sharing file word yang tinggal diisi kok males ngetiknya ya, ehehe.

Pasca pernikahan

Sedangkan pasca pernikahan, dokumen administrasi yang perlu diurus adalah: [download tabel adm-pasca-nikah.pdf]

Kurang lebih kedua tabel di atas dapat menjelaskan secara rinci, dokumen administrasi apa saja yang perlu diurus dalam pernikahan. Oh iya sahabat, mengurus sendiri administrasi nikah nggak sulit kok, asal mau mondar-mandir ke kantor instansi pemerintah terkait dan tukang fotokopi. Saat seperti inilah keberadaan tukang fotokopi dan tukang foto begitu berharga. Saat mengurus administrasinya, jangan lupa sediakan banyak fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, juga pas foto dengan background warna biru ukuran 2×3, 3×4 dan 4×6.

Mohon maaf, untuk contoh nyata dokumen pasca nikahnya belum bisa saya share, karena belum jadi semua, baik KTP maupun KK-nya, padahal sudah hampir 1 bulan masukin dokumen ke instansi terkait.

Bagi yang akan menikah, semangat ya! Semoga pernikahannya berkah dan lancar. Tentu meraih keberkahan dengan menggunakan syariat Islam sebagai aturan mainnya. Bagi yang ingin menikah, semoga menambah kesiapan untuk menikah. Bagi yang sudah menikah, bisa sharing kepengurusan administrasinya, biar nambah wawasan. Terimakasih, semoga bermanfaat.

6 thoughts on “Mengurus dokumen administrasi nikah…

    1. alhamdulillah kakak senior, saya sudah menyusul antum :p syukron jzk khoir doanya, semoga berkah juga untuk antum sekeluarga, amiin Ya Rabb! sering2 minta nasehat, nggak apapa ya? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s