Pengalaman

Marhaban ya Hamzah…

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Marhaban ya Hamzah, selamat datang di bumi Allah. Hari itu, Selasa, 22 Rajab 1433H, bertepatan dengan 12 Juni 2012M, engkau terlahir ke dunia dengan diiringi adzan sholat ashar di wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Alhamdulillah engkau terlahir dengan berat 3,2 kg dan panjang 48 cm dengan selamat.

Nak, ketahuilah bahwa engkau adalah ciptaan Allah. Engkau adalah hamba Allah, sama seperti abi, bunda, dan manusia yang lain. Engkau diciptakan dari ketiadaan dengan maksud untuk beribadah kepada Allah, bukan yang lain. Engkau adalah mahluk ciptaanNya yang sempurna dengan berbekal akal yang membedakanmu dengan ciptaanNya yang lain, maka dari itu engkau pun harus menaati segala aturan Allah dengan sempurna. Engkau terlahir dari rahim bundamu adalah atas izin Allah. Engkau terlahir sebagai anak pertama abi adalah atas izin Allah. Engkau terlahir sebagai seorang laki-laki adalah atas izin Allah. Engkau terlahir sehat dan selamat pun atas izin Allah. Bersyukurlah kepada Allah, Nak! Berimanlah kepada Allah. Taat dan bersyukurlah kepada Allah dengan memeluk islam sebagai aqidah dan jalan hidupmu. Berbaktilah kepada islam! Berimanlah kepada Allah, karena tidak ada illah yang berhak disembah kecuali Allah semata. Laa ilaaha illallah. لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ

Nak, penting untuk kau ketahui pula bahwa Muhammad adalah Nabi, Rosul dan teladan bagimu. Ingat, teladan seluruh perbuatanmu! Baik dalam berhubungan dengan Allah, berhubungan dengan sesama, maupun hubunganmu dengan dirimu sendiri. Melalui Rosulullah Muhammadlah risalah Allah sampai kepada abi, bunda, dan juga kepadamu. Banyaklah sholawat kepada beliau agar engkau mendapat syafaatnya kelak di hari akhir. Ketahuilah bahwa Rosulullah Muhammad adalah penutup para nabi dan penyempurna syariat Allah yang diwahyukan kepada para nabi dan rosul sebelumnya, maka jangan sekali-kali engkau memiliki pemahaman bahwa ada nabi dan/atau Rosul setelahnya. Laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah. لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ

Nak, Allah telah menciptakan manusia, termasuk engkau, abi dan bunda untuk hidup di dunia dengan aturan dan petunjukNya yang termaktub dalam Al Qur’an yang diwahyukan kepada qudwah kita, Rosulullah Muhammad Sholallahu alaihi wasallam. Maka jadikanlah qur’an, sunnah, ijma’us shohabat dan qiyas assyar’i sebagai landasan segala amalan. Engkau harus mengimani qur’an dan segala isi yang terkandung di dalamnya, karena qur’an adalah murni kalam Allah yang senantiasa terjaga hingga yaumil akhir. Termasuk di dalamnya tentang malaikat dan hari akhir.

Hamzah, anakku, betapa besar harapan abi dan bunda kepadamu agar engkau tumbuh dan berkembang menjadi seorang hamba Allah yang cemerlang. Cemerlang dalam beriman, berislam, berilmu, berpikir dan bertingkah laku. Itulah mengapa engkau kami beri nama “Abdullah al-Mustanir” yang berarti hamba Allah yang cemerlang. Jadikanlah syahid atau hidup dalam kemuliaan islam sebagai cita-citamu, Nak! Jadilah engkau Hamzah berikutnya. Kau tahu siapa Hamzah radhiallahuan? Beliau adalah Hamzah bin Abdul Muththolib, radhiallahuan. Beliau adalah paman sekaligus saudara sepersusuan Rosulullah Muhammad. Beliau dijuluki sebagai “Assadullah” (singa Allah), karena sosok beliau yang kuat secara fisik dan teguh membela sekaligus melindungi islam dan dakwah Rosul. Beliau termasuk rombongan yang ikut berhijrah bersama Rosul. Dan ingatlah, Nak, beliau diwafatkan Allah dalam keadaan yang luar biasa. Beliau wafat dalam keadaan syahid dalam perang Uhud dan dijuluki sebagai “Sayyidush shuhada” yang berarti penghulu para syuhada. Itulah harapan abi dan bunda kepadamu, Nak! Jadilah Hamzah berikutnya!

Hamzah, anakku, engkau adalah amanah Allah untuk abi dan bunda. Engkau adalah anak yang dianugerahkan Allah untuk abi dan bunda asuh, sayang, didik, pelihara dan untuk kami antarkan engkau menjadi hamba Allah yang tahu hakikat penciptaan. Tentu atas izin dan bantuan Allah. Ingat, abi dan bunda hanyalah pengantar. Yang namanya pengantar pasti akan berpisah pada waktu yang telah Allah tentukan kelak. Bisa abi atau bunda dahulu yang berpisah denganmu, bisa juga Hamzah yang terlebih dulu berpisah dengan abi dan bunda. Bila waktu itu tiba, janganlah kau bersedih. Janganlah kau merasa tak punya siapa-siapa lagi. Dialah Allah yang Maha Kuasa yang harus kau tuju. Dialah Allah yang Maha Kaya, yang dariNyalah rizkimu berasal. Bukan abi atau bunda yang memberikanmu makan dan minum, Nak! Bukan! Abi dan bunda hanyalah perantaraan yang Allah berikan untukmu. Untuk itu bersabarlah dan jangan berputus asa. Ada Allah, pemilik alam dan seisinya.

Anakku, Hamzah Abdullah al-Mustanir, engkau terlahir di tahun 1433H. Engkau terlahir di saat khilafah yang menjadi perisai kaum muslimin belum tegak. Engkau terlahir di bulan Rajab 1433H dan ketahuilah, di bulan yang sama, 91 tahun yang lalu, kekhilafahan pertama telah runtuh. Kekhilafahan yang pertama kali dipimpin oleh Kholifah Abu Bakar ash-Shiddiq, yang merupakan warisan Rosulullah Muhammad, telah runtuh atas izin Allah 91 tahun yang lalu. Dan itu artinya apa? Itu berarti engkau lahir di saat islam dengan kesempurnaan syariatNya belum tegak secara kaffah. Bukan islamlah yang saat ini mengatur segala aspek kehidupan kaum muslim. Bukan islamlah yang saat ini dijadikan aturan oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Kapitalisme dengan sekulerisme-liberalismelah ideologi yang saat ini dipaksakan oleh musuh-musuh islam kepada kaum muslimin, termasuk di negeri dimana kita tinggal saat ini.

Namun jangan bersedih dan berdiam diri, anakku, Hamzah! Mengetahui hal ini, kita sebagai umat islam, umat yang dalam firmanNya disebut sebagai umat yang terbaik diantara umat yang lain, tidak boleh berdiam diri. Nak, Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu melakukan usaha untuk merubahnya. Ini kewajiban seluruh kaum muslim di dunia, termasuk abi, bunda, dan tentu engkau, Hamzah! Menegakkan islam di bumi Allah dengan dakwah dan jihad adalah kewajiban kita, Nak! Kewajiban seluruh kaum muslim di dunia. Karena itu, cepatlah tumbuh. Tumbuhlah dengan semangat perjuangan islam. Tumbuhlah sebagai hamba Allah yang cemerlang, yang menjadikan islam sebagai pola pikir dan pola sikap. Tumbuhlah dengan kepribadian islam. Tumbuhlah dengan celupan islam, bukan celupan hedonisme, sekulerisme, liberalisme, apalagi komunisme-sosialisme. Semoga Allah mengizinkan kita untuk hidup sejahtera dalam naungan daulah khilafah islamiyyah kedua yang telah dijanjikan Allah dan RosulNya. Allah tidaklah pernah mengingkari janjiNya, Nak! Sungguh kemenangan itu dekat! Sungguh tegaknya islam itu dekat! Meski perjuangan ini begitu berat, penuh caci-maki, penuh derita bahkan air mata, serta panasnya bagai menggenggam bara api, ketahuilah anakku, surga Allah tidaklah murah! Surga Allah begitu pantas ditebus dengan perjuangan yang mahal! Bukankah Allah telah membeli jiwa dan harta kaum mukmin dengan surga? Kita harus bergembira dengan jual-beli tersebut, karena itulah kemenangan yang besar!

Semoga Allah meridhoi dan mengizinkan kita semua berkumpul bersama Rosul dan orang-orang sholih di surgaNya kelak, aamiin aamiin Ya Rabbal alamin.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Dari Abi untukmu, Hamzah Abdullah al-Mustanir.
Jakarta, 24 Sya’ban 1433H | 14 Juli 2012M

4 thoughts on “Marhaban ya Hamzah…

  1. Hai Hamzah sang pemanah ulung🙂 yang auranya ditakuti seluruh kaum quraisy, semoga Allah memberikan kebaikan selalu buatmu dan sekeluarga😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s