Pengalaman

Manfaat baru momen pulang kampung…

Alhamdulillah pulang kampung! Momen pulang kampung nampak tak begitu familiar di luar bulan Ramadhan dan Syawal ya. Namun menurut saya, justru pulang kampung di luar 2 bulan tersebut bisa dibilang lebih hemat, terutama bagi sebuah keluarga berbuntut. Hemat dari sisi waktu, juga finansial. Tapi tak begitu hemat juga sih kalau kita pulang kampung juga di antara 2 bulan tersebut nantinya.

Pekan kedua bulan Februari 2013 lalu, kami sekeluarga mudik pulang kampung. Kampung halaman yang kami tuju bukan hanya satu, tapi dua daerah. Pertama kampung orang tua istri saya di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kedua kampung orang tua saya, yakni Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kereta menjadi pilihan kami sebagai teman bertransportasi kali ini, karena kami tak lagi berdua, tapi bertiga, bersama putra pertama kami yang masih 8 bulan. Kereta kami pilih karena harga tiket ekonominya yang murah, serta jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan transportasi darat lain. Terlebih nyaman bagi si kecil untuk tidur.

Ini adalah momen pulang kampung pertama kami bersama si kecil ke kampung orang tua saya di Kediri. Alhamdulillah, kedatangan kami, terutama si kecil, membahagiakan penghuni rumah. Pasalnya, putra pertama kami merupakan cucu pertama dan buyut pertama dari keluarga besar di Kediri. Dan baru pertama kalinya kami bawa ke Kediri.

Momen pulang kampung kali ini, tak hanya kami manfaatkan untuk mengeratkan kembali ikatan silaturahim antara keluarga kecil kami dengan keluarga besar di Grobogan maupun Kediri. Namun ada satu manfaat baru yang penting untuk diraih bagi kami, selaku keluarga kecil yang belum genap 2 tahun terbentuk. Apa itu? Adalah mengharmoniskan hubungan antara istri dan orang tua. Terutama istri dengan ibu kita, selaku menantu dengan ibu mertua. Ini penting dan harus diperhatikan oleh setiap suami yang ada di dunia ini! Karena mengharmoniskan hubungan istri dengan keluarga orang tua kita adalah kewajiban kita, dan termasuk hak mereka.

ilustrasi istri dan mertua
ilustrasi diambil dari iluvislam.com
Dalam beberapa kasus, tak mudah lho mencocokkan istri dan ibu kita. Ini terbukti dari beberapa kisah yang saya baca dan saya dengar dari berbagai sumber bahwasanya tugas ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Terlebih lagi seperti yang kita ketahui bersama, bahwa mereka berdua adalah wanita, yang masing-masing memiliki kepekaan perasaan begitu besar. Butuh waktu dan tenaga lho! Maka dari itu, hai para suami, momen pulang kampung merupakan momen yang tepat dalam mengeksekusi tugas ini. Di mana mereka berada dalam satu waktu dan tempat. Beberapa agenda yang dapat mempererat hubungan keduanya antara lain: berbelanja ke pasar, memasak bersama, ngaji bersama, nonton tv bersama, dan sebagainya.

Mengenai hal ini, teringat salah satu dosa suami yang terangkum dalam buku berjudul “32 Dosa Suami yang Meresahkan Istri” karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd. Yaitu kurang serius dalam mengharmoniskan antara istri dan orang tua, yang merupakan poin dosa nomor dua dalam buku tersebut. Semoga kita, para suami terhindar dari dosa yang satu ini. Dan semoga istri-istri kita dimudahkan oleh Allah dalam menjalin hubungan baik dengan orang tua kita. Aamiin. Terimakasih, semoga bermanfaat.

9 thoughts on “Manfaat baru momen pulang kampung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s