Pengalaman

Risau…

Begini saja,

Hai,
Aku..

Perkenankan aku,
Perkenankan aku, aku seorang laki-laki
memberanikan diri kemari hanya untuk sebuah misi
Aku datang kemari dengan semangat berapi-api
Aku ingin mengenalmu

Semata-mata bukan,
Bukan atas apa yang lelaki luar tawarkan kepada wanita!
Bukan dorongan sesaat yang menjadi pemantik api nekat
Sekali-kali bukan!

Sebentar,
aku harus mengatur debaran jantungku terlebih dahulu
Aku, kemari ditemani seorang musyrif
Kau pun pasti bersama musyrifahmu, wahai ukhti
Sesuai pesanan, kau adalah seorang muslimah yang terikat tarbiyah islam
dan boleh menebak, motivasimu harusnya cocok dengan motivasiku

Tanpa banyak membual, aku akan langsung menanyakan kepadamu,
apa yang ingin kau ketahui selain daripada CV-ku yang kau terima hari lalu?


Bait-bait puisi tersebut di atas tertulis di sebuah kumpulan lembaran kertas bekas yang secara tak sengaja namun disengaja saya temukan saat mengais-ngais sesuatu di gudang kantor. Ya, beberapa peninggalan sejarah yang tertahan di gudang saat pindahan kantor beberapa bulan lalu.

Coretan bait-bait tersebut nampaknya membawa saya berkilas-balik tepat 2 tahun lalu, di tanggal yang sama dengan tanggal posting artikel ini dalam kalender Hijriyah. Risaunya tergambar dan masih terbayang. Ah, kenangan itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s