1KA25-ISD-TUGAS-20102014-1C114899-NIKOARWENDA

  1. Cari berita di media (cetak atau online) tentang “Masalah-masalah kependudukan”!
    • Tulis judul!
    • Tulis sumber dan edisi!
    • Tulis komentar pribadi dalam sudut pandang SDI!
  2. Jelaskan dan berikan contoh tentang:
    1. Interaksi sosial
    2. Status sosial

Jawab:

  1. Judul berita: “Duh, Jumlah Anak Indonesia yang Kuliah Masih Rendah.”
    Sumber: Republika Online.
    Edisi: Senin, 20 Oktober 2014.
    Tautan sumber: di sini

    Komentar pribadi:

    Tak diragukan lagi, ketika membahas masalah-masalah kependudukan, hal besar yang muncul dalam benak kita adalah ledakan penduduk. Dimana ledakan populasi ini menimbulkan berbagai efek yang mendasari kebutuhan individu yang menyusun sebuah penduduk, yakni akses ekonomi (sandang, pangan, papan), kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Karena semakin banyak populasi penduduk suatu negeri, maka konsekuensi logis adalah menyediakan keempat akses tersebut.

    Dalam hal pendidikan, disebutkan bahwa permasalahan akses pendidikan masih menjadi masalah utama. Dalam UUD 1945 Republik Indonesia memang disebutkan bahwa mendapatkan pengajaran adalah hak sekaligus kewajiban untuk tiap-tiap warga negara, yang saat ini memang hanya diwajibkan selama 9 tahun (UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas). Untuk itu wajar halnya bila jumlah anak Indonesia yang melanjutkan kuliah masih rendah. Tercatat pada 2013 dari 100 anak Indonesia hanya 30 anak yang berkuliah. Wajar karena mayoritas anak negeri ini menggantungkan sepenuhnya bantuan biaya bersekolah. Dan bila hanya sampai 9 atau 12 tahun saja yang dibantu (dengan menggratiskan), maka melanjutkan ke jenjang perkuliahan sangatlah sulit. Adapun beasiswa negeri yang disampaikan tidak sebanding dengan kebutuhan ini.

    Selain biaya, halangan yang merintangi jumlah anak negeri ini menempuh bangku kuliah adalah jumlah perguruan tinggi dan motivasi kuliah. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah konversi PTS (Perguruan Tinggi Swasta) ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Motivasi kuliah bisa dibilang rendah, mengingat banyak dari lulusan SMA/SMK sederajat yang lebih memilih mencari kerja dan mendapatkan uang dibandingkan kuliah yang dengan itu mereka mengeluarkan uang yang tak sedikit.

    Mari kita tarik kepada akar permasalahan dalam pendidikan. Pendidikan penting, mengingat generasi bangsa ini tergantung pada kualitas generasi pemudanya. Namun pentingnya mengenyam pendidikan ini terbatasi dengan anggaran. Lagi-lagi menyangkut perihal ekonomi. Kita lihat saja, anggaran subsidi pendidikan saja yang 20% dari APBN 2014 (Rp 371,2 triliun) ternyata belum dirasakan oleh seluruh masyarakat. Solusi untuk hambatan keterbatasan biaya pendidikan di negeri ini tidak dapat berdiri sendiri hanya menggelontorkan sejumlah uang. Namun lebih dari itu. Sistem ekonomi yang saat ini liberal dan kapitalis telah menyebabkan pos-pos pendapatan negara cekak. Pasalnya sebagian kantong kekayaan negeri ini dalam halnya pertambangan sumber daya alam masih dikeruk swasta, terutama asing. Akan lebih baik, bila pembenahan dari sisi anggaran pendidikan juga diawali dengan pembenahan sistem ekonomi Indonesia, yang saat ini kapitalistik liberal menjadi islamiyah. Sedang moivasi kuliah dapat diperbaiki dengan membenahi sistem pendidikan Indonesia, yang semula liberal menjadi islamiyah.

  2. Penjelasan dan contoh:
    1. Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang menyangkut hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Karena itu interaksi sosial memiliki syarat terdiri dari 2 individu atau lebih, memiki kontak sosial dan komunikasi. Sesuai pola interaksi sosial, dapat dicontohkan sbb:
      • Interaksi antar individu: Tanya-jawab yang dilakukan oleh seorang wartawan dengan seorang nara sumber.
      • Interaksi individu dengan kelompok: Penyampaian materi seminar oleh seorang motivator kepada peserta acara.
      • Interaksi antar kelompok: Rapat kerja antara direktorat dan fakultas dalam sebuah universitas.
    2. Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakat. Contoh:
      • Seorang suami, ayah, sekaligus pemimpin dalam sebuah rumah tangga.
      • Seorang guru dan murid, dibedakan berdasar latar belakang pendidikannya.
      • Seorang dengan ekonomi kelas bawah, menengah dan atas, berdasarkan kemampuan finansialnya.


Download file:
1ka25-isd-tugas-20102014-1c114899-nikoarwenda.pdf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s